USAF umumkan tender pengadaan 461 mesin untuk F-15EX

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – USAF Life Cycle Management Center (AFLCMC) mengumumkan rencana pengadaan 461 mesin untuk F-15EX.

Dalam pemberitahuan kepada pemerintah AS pada 5 Februari lalu, AFLCMC menginginkan seluruh mesin dapat diterima untuk periode Oktober 2023 hingga Juni 2031.

Proses pengadaan mesin menggunakan kompetisi penuh dan tender terbuka.

Seperti diketahui, pada Juli 2020, Boeing telah mendapatkan kontrak dari USAF untuk pembuatan delapan jet F-15EX.

Sementara dalam perencanaan jangka panjang, USAF membutuhkan sedikitnya 144 F-15EX untuk menggantikan armada F-15C/D yang sudah menua.

Pada 2 Februari 2021, pesawat F-15EX-1 telah berhasil mengudara selama 90 menit oleh pilot uji F-15 Boeing Matt “Phat” Giese yang didampingi pilot uji Mike “Houdini” Quintini.

F-15EX dibangun dari basis F-15QA untuk Qatar. Pesawat dengan beragam teknologi modern ini memiliki kapasitas muat persenjataan yang banyak, menjadikannya sebagai “truk senjata”.

Pesawat ini juga sering disebut sebagai Strike Eagle on Steroids. Bodinya yang bongsor mampu membawa dua lusin rudal udara ke udara.

F110-GE-129

Sementara itu pada 30 Juni 2020, Departemen Pertahanan AS (US DoD) telah memilih General Electric (GE) sebagai penyedia mesin F110-GE-129 untuk Boeing F-15EX. US DoD mengucurkan anggaran 101,3 juta dolar untuk jumlah mesin yang tidak disebutkan banyaknya.

Pembuatan mesin akan dilaksanakan di fasilitas pabrik GE di Cincinnati, Ohio. Pengiriman mesin terakhir dijadwalkan pada 20 November 2022.

Sebelumnya, mesin tersebut telah digunakan oleh F-15K, F-15SA, F-15SG, dan F-15QA.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *