Dugaan, varian J-11B China yang telah dilengkapi radar AESA mulai diproduksi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Varian jet tempur J-11B yang telah dilengkapi dengan radar AESA (active electronically scanned array) mulai diproduksi. Weihutang, sebuah program militer di Televisi Pusat China melaporkan.

Para ahli mengatakan, dengan radar AESA, J-11B memiliki tingkat kesadaran situasional dan jangkauan tempur yang lebih jauh.

Shenyang Aircraft Co Ltd (SAC), bagian dari Aviation Industry Corporation of China (AVIC), telah menyelesaikan semua penelitian ilmiah dan misi penerbangan uji coba yang diperlukan. Hal itu diumumkan AVIC di akun Sina Weibo pada hari Rabu (23/12).

Weihutang melaporkan, dari sekumpulan J-11B, tampak sejumlah pesawat telah menggunakan kubah radar berwarna putih. Sedangkan yang lainnya menggunakan warna hitam.

Besar dugaan, yang diberi warna putih, merupakan produksi J-11B yang telah menggunakan radar baru.

Meski demikian, seperti diberitakan Global Times, beberapa analis masih meragukan telah digunakannya radar AESA oleh J-11B.

Sebab, beberapa foto varian baru J-11B memperlihatkan bahwa pesawat itu masih memiliki tabung pitot di bagian tengah kubah radarnya. Biasanya, kata analis, tabung pitot memiliki masalah kompatibilitas dengan radar AESA.

J-11BCCTV

“Jadi, jika memang pesawat telah dilengkapi radar AESA, hal itu harus dipastikan,” kata Fu Qianshao.

Kalau ternyata benar, lanjut Fu, hal itu jelas meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat secara signifikan.

Tentang J-11B

J-11 mulai diproduksi oleh China tahun 1997 sebagai bagian dari perjanjian produksi bersama dengan Rusia. Saat itu China membeli 200 Su-27 seharga 2,7 miliar dolar AS.

Dengan perjanjian itu, China dapat merakit Su-27 di dalam negeri melalui pabrik Shenyang Aircraft Corporation (SAC). Semua komponen dan subsistem pesawat dikirim dari pabrik Komsomolsk-on-Amur Aircraft Plant (KnAPPO) Rusia.

Baca Juga: Jet tempur China J-11BS membawa rudal baru yang tak dikenal

Dalam perjalanannya, China mulai memasukkan komponen-komponen lokal dan Rusia tidak keberatan. Total, sebanyak 105 pesawat dirakit di China dan 95 dikirim secara utuh dari Rusia.

Tahun 2004 China mulai mengembangkan J-11B sendiri dengan menggunakan subsistem domestik. Hal ini dianggap melanggar perjanjian dengan Rusia. Namun China beralasan, J-11 tak lagi memenuhi syarat kebutuhan yang diinginkan PLAAF sehingga China mengembangkan J-11B.

Baca Juga: Semua pesawat tempur AU China akan diberi lapisan cat siluman

Pada 2006 SAC sudah berhasil mengirimkan tiga prototipe J-11B ke PLAAF. Sistem-sistem yang ada pada 11B dirombak dengan produk dalam negeri. Bobot pesawat juga menjadi lebih ringan karena penggunaan bahan komposit yang lebih banyak.

Selain mengganti radar pulse-Doppler PESA dengan AESA, China juga mengintegrasikan rudal udara ke udara seperti PL-12 (jarak menengah) dan PL-15 (jarak jauh).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *