Turki siap produksi massal sistem pertahanan udara HISAR-A +

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Turki siap memproduksi massal sistem pertahanan udara jarak pendek HISAR-A +. Hal ini menyusul selesainya uji untuk sistem rudal pertahanan udara pertama yang diproduksi di dalam negeri itu.

Pada hari Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa uji coba terakhir HISAR-A + telah selesai. Sebuah pesawat target berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara buatan Roketsan itu pada 11 Desember 2020.

Erdogan menjelaskan, embargo yang diberlakukan terhadap Turki telah menghambat pasokan komponen dari luar negeri. Meski demikian, Turki dengan cepat bisa membuat komponen yang dibtuhkan di dalam negeri.

“Tes terbaru sempat ditunda selama beberapa bulan. Embargo diberlakukan pada bagian yang dipasok dari luar negeri. Lalu apa yang terjadi? Kami membuat bagian itu asli di dalam negeri dalam waktu singkat dan mengintegrasikannya ke dalam rudal kami dan kami mencapai hasilnya,” ujar Presiden Erdogan seperti diberitakan Anadolu Agency dan DFNC.

Sementara itu Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB) pada 16 Desember membagikan video di akun twitternya mengenai peluncuran rudal darat ke udara tersebut.

HISAR-A + merupakan versi upgrade dari HISAR-A + Air Defense System. Sistem ini memiliki jangkauan pencegahan 15 kilometer dan ketinggian pencegahan 8 kilometer.

Radarnya dapat menjejak sasaran dalam skup 360 derajat dan menyerang enam terget secara bersamaan.

Sistem hanud ini dapat melupuhkan pesawat tetap dan sayap putar, rudal jelajah, drone, hingga rudal udara ke darat.

Turki mendapat sanksi embargo dari AS berkaitan dengan pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Baca Juga: Yakinkan Rusia, Turki Tak Akan Beri Kesempatan AS Bongkar Sishanud S-400 Triumf

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada 14 Desember 2020 menyatakan, semua lisensi ekspor persenjataan dari AS ke Turki dibekukan.

Selain itu, juga diberlakukan pembekuan aset dan pembatasan visa kepada Presiden SSB Ismail Demir serta pejabat SSB lainnya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *