Drone Heron 1 Jerman capai 50.000 jam terbang di atas Afghanistan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejak penggunaan pertama di Afganistan tahun 2010, drone Heron 1 Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) telah mencapai 50.000 jam terbang di medan konflik negeri itu.

Heron 1 memberikan berbagai informasi dari udara kepada pasukan-pasukan yang bertugas di darat melalui transmisi radio dan video.

Perannya menggantikan pesawat Panavia Tornado sangat efisien karena pesawat ini tanpa awak dan beroperasi lebih murah.

Heron 1 Bundeswehr merupakan sewa dari Israel

Heron 1 Bundeswehr yang merupakan sewa dari Israel dapat dikontrol melalui komunikasi satelit dengan mencakup seluruh wilayah Afganistan.

Menurut informasi Cavok, 290 tentara Jerman bertugas di tim Heron 1. Ada juga warga sipil yang memberikan dukungan dalam teknis pengoperasian drone ini.

Jerman sendiri sudah melakukan transisi penggunaan ke Heron TP untuk menggantikan Heron 1 tahun depan.

Bulan lalu satu drone ini jatuh di Afganistan

Bulan lalu, Bundeswehr kehilangan satu unit pesawat tanpa awak (UAV) Heron 1 di wilayah timur Mazar-e-Sharif, Afganistan pada Senin, 16 November 2020.

Drone itu jatuh karena kesalahan teknis dan mendarat darurat di ladang sebelum mencapai landasan.

Baca Juga: Israel perkenalkan drone intai strategis Heron Mk II di SA 2020

Tidak ada korban luka di darat yang diakibatkan oleh jatuhnya pesawat tanpa awak tersebut.

Drone tersebut hancur dan langsung dimusnahkan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *