Pasmar 3 dalam Latihan Operasi Pertahanan Pantai Koarmada III TA 2020

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pasukan Marinir (Pasmar) 3 terus bersinergi dan menunjukkan eksistensinya dengan mendukung beberapa latihan yang diselenggarakan oleh Komado Armada (Koarmada) III.

Salah satu latihan yang baru dilaksanakan adalah Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) TA 2020.

Latihan dilaksanakan di Pantai Tanjung Batu, Saoka, Distrik Maladumes, Sorong, Papua Barat pada 19 November 2020 lalu.

Tujuan dari latihan ini, adalah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme prajurit Pasmar 3, khususnya unsur Satuan Tugas Pendarat (Satgasrat) dalam operasi pertahanan pantai.

Dalam latihan tersebut, Pasmar 3 melibatkan unsur Satuan Tempur (Satpur), Bantuan Tempur (Banpur), dan Bantuan Administrasi (Banmin) yang ada di jajaran Pasmar 3. Total prajurit Pasmar 3 yang dilibatkan berjumlah 110 personel.

Pasmar 3Pasmar 3

Sementara bantuan kesenjataan yang dilibatkan, mulai dari senjata perorangan, Senjata Mesin Sedang (SMS), Senjata Mesin Berat (SMB), hingga Meriam Howitzer 105 mm.

Skenario Latihan Operasi Pertahanan Pantai Koarmada III TA 2020

Pasmar 3 dalam siaran beritanya mengatakan, Operasi Pertahanan Pantai merupakan operasi yang dilaksanakan dalam rangka menggagalkan operasi amfibi musuh pada daerah pantai tertentu.

Baca Juga: Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, Pasukan Tempur Operasi Amfibi TNI AL

Dalam latihan ini diskenariokan, terjadi serangan musuh yang telah dihalau oleh unsur Satuan Tugas Laut (Satgasla). Satgasla terdiri dari dua kapal patroli cepat, KRI Tatihu-853 dan KRI Layaran-854.

Satgasla menggiring kekuatan laut musuh masuk ke jarak tembak Baterai Armed (Artileri Medan) di daerah pertahanan utama.

Unsur udara melakukan pengintaian menggunakan pesawat

Kemudian unsur udara, yaitu Pesawat Intai Maritim P-8302 melaksanakan pengintaian di daerah operasi. Setelah selesai melaksanakan tugasnya, pesawat kemudian mendarat di Bandara Deo Sorong.

Pasmar 3Pasmar 3

Unsur satgasla selanjutnya menempati sektor-sektor aman dan bersiap menghadang kekuatan laut musuh yang masih lolos.

Musuh menembaki pantai pendaratan, ditandai dengan ledakan bangalore torpedo di sekitar pantai pendaratan.

Penembakan oleh Baterai Artileri Medan

Komandan Satuan Tugas Pendaratan (Dansatgasrat) kemudian memerintahkan Komandan Baterai (Danrai) Armed untuk melaksanakan tembakan jarak jauh.

Tembakan jarak jauh dilakukan menggunakan Meriam Howitzer 105 mm sebanyak enam butir peluru selama 10 menit. Tujuan tembakan adalah untuk menghancurkan musuh yang masih lolos di daerah pertahanan utama.

Pasmar 3Pasmar 3

Setelah itu, Seksi Senjata Mesin Berat (SMB) dan Seksi GPMG (General Purpose Machine Gun) melaksanakan tembakan penghancuran secara bergantian terhadap musuh yang hendak tiba di Pantai Pendaratan selama kurang lebih 30 menit.

Kekuatan laut musuh pun hancur sebelum mencapai pantai pendaratan.

Roni Sontani