Mengasah kemampuan terjun di Skydiving Center Divif 2 Kostrad

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, Singasari, Jawa Timur memiliki fasilitas latihan terjun berupa Wind Tunnel di Skydiving Center Divif 2, Singosari, Malang, Jawa Timur.

Di fasilitas ini para prajurit Baret Hijau Divif 2 melakukan latihan terjun bebas (free fall).

Penggunaan Wind Tunnel menjadikan latihan lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan pesawat untuk melakukan latihan terjun. Faktor risiko pun bisa diminimalisir.

Pada Kamis, 19 November 2020, fasilitas ini mendapat kunjungan Deputy Commanding General US Army Pacific (USARPAC) MG Jonathan P. Braga yang didampingi oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto pada.

Kunjungan USARPAC ke fasilitas Wind Tunnel Divif 2 adalah untuk melihat langsung operasional fasilitas ini.

Kunjungan dilaksanakan di sela pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) antara TNI AD dan US Army Pacific bertajuk Platoon Exchange Exercise (Platex) 2020 yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri Para Raider 502, Brigif Linud 18/Trisula Kostrad, Malang.

Sarana untuk mengasah kemampuan prajurit

Kepada tamunya, Pangdivif 2 menjelaskan, sarana Wind Tunnel digunakan untuk mengasah kemampuan prajurit.

“Fasilitas latihan Wind Tunnel ini merupakan sarana untuk mengasah kemampuan terbang prajurit berkualifikasi free fall yang dimiliki Divif 2 Kostrad serta untuk memberikan pelatihan kepada para prajurit yang belum memiliki kemampuan dasar terjun,” ujarnya.

Pangdivif 2 menambahkan, fasilitas ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan profesionalitas dan kualitas keprajuritan khususnya dalam bidang terjun bebas.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *