Pasukan Komando Inggris gunakan “Throwbot” dalam latihan pertempuran

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pasukan Komando Inggris, dalam hal ini British Royal Marines, dilaporkan mulai menggunakan “Throwbot” dalam sebuah latihan pertempuran di Gibraltar.

Throwbot adalah robot kecil atau drone darat yang dilemparkan oleh personel pasukan dan akan memberikan gambaran situasi terkini secara langsung di sekelilingnya.

Filosofi digunakannya throwbot, adalah karena para personel pasukan komando tidak mau mati konyol hanya lantaran tidak mengetahui situasi di sekeliling tempat yang akan dimasukinya.

Di zaman teknologi maju seperti ini, masuk ke daerah musuh tanpa mengetahui lebih dulu situasi sebenarnya di tempat yang akan dimasuki, ibarat sebuah tindakan bunuh diri.

Di sinilah peran throwbot diperlukan dalam sebuah pertempuran yang sangat berbahaya.

Pemikiran seperti ini, jauh hari sebelumnya telah dianimasikan oleh para pembuat permainan game perang. Mereka yang berhasil melakukan pengintaian dalam pertempuran selalu kembali dengan selamat.

Throwbot dilengkapi dengan roda dan kamera yang distabilkan secara giroskopik

Seperti Airspace Review kutip dari Daily Mail, throwbot dilengkapi dengan kamera video yang distabilkan secara giroskopik. Robot kecil ini diberi tali dan dilengkapi dua roda yang membantunya bergerak di tanah.

Throwbot mampu bertahan saat jatuh dari ketinggian hingga 9 meter setelah dilemparkan dan dapat dioperasikan hingga jarak 137 meter. Robot ini juga dapat menyelam hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.

Baca Juga: Menhan Inggris Perbolehkan Wanita Jadi Pasukan Tempur Garis Depan AD dan Marinir

Prajurit dapat melemparkannya melintasi dinding atau menyuruhnya masuk ke terowongan. Sementara si prajurit akan mengintipnya dari jarak yang cukup aman dari posisi musuh tanpa diketahui.

ThrowbotRoyal Navy

Setelah dirasa aman, pasukan komando pun bisa masuk dan melakukan penyerbuan. Throwbot telah digunakan oleh 43 Commando Fleet Protection Group.

Penggunaan Throwbot bagian dari program modernisasi Marinir Kerajaan

Selain throwbot, pasukan komando ini juga menguji Remotely Piloted Aerial Systems (RPAS) yang melakukan pengintaian dari udara.

Lebih dari 80 personel Marinir Kerajaan dari Grup Perlindungan Armada Komando 43 ikut serta dalam latihan pertempuran menggunakan throwbot dan RPAS.

Penggunaan perangkat-perangkat perang tanpa awak ini bagian dari program memodernisasi Marinir Kerajaan.

Baca Juga: Pernah Dikalahkan Jerman, Para Sniper Inggris Kini Jadi Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Era pertempuran robotik terus berkembang untuk dapat meminimalisir gugurnya prajurit dalam sebuah pertempuran.

Wahana-wahana robotik terus diciptakan oleh manusia, baik untuk wahana perang di darat, laut, dan di udara.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *