UEA akan mendapatkan 50 jet tempur F-35A senilai 10,4 miliar dolar AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Uni Emirat Arab (UEA) berkemungkinan untuk mendapatkan 50 unit jet tempur siluman F-35A dari Amerika Serikat senilai 10,4 miliar dolar AS. Hal ini sejalan dengan telah dikeluarkannya dukungan dari Departemen Luar Negeri AS. Selanjutnya, pengesahan akan dilakukan oleh Kongres AS.

Pengumuman resmi memang belum disiarkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA). Namun berita telah menyebar  di mana secara informal pemerintahan Donald Trump telah memberitahu Kongres tentang rencana penjualan F-35 kepada UEA ini pada 29 Oktober 2020.

Seperti diberitakan Defense News, jika penjualan diizinkan oleh Kongres dan UEA memilih untuk membeli seluruh varian F-35A, maka UEA akan memiliki F-35 dengan jumlah dan varian yang sama dengan Israel, yaitu 50 F-35A. Di Israel, F-35A Lightning II berubah nama menjadi F-35I Adir.

Hal ini pula yang menimbulkan kekhawatiran bagi anggota parlemen utama dari Partai Demokrat perihal keamanan israel dan keamanan teknologi sensitif yang ada di pesawat tersebut.

“Teknologi ini secara signifikan akan mengubah keseimbangan militer di Teluk dan mempengaruhi keunggulan militer Israel,” kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS, Eliot Engel, DN.Y. dalam sebuah pernyataan.

Ditambahkan, F-35 merupakan pesawat siluman yang dapat mengubah peta kekuatan dengan teknologinya dan sensornya yang canggih. Mengekspor pesawat ini, ujarnya, membutuhkan pertimbangan yang cermat dan Kongres harus menganalisis semua konsekuensinya.

“Memburu-buru penjualan ini bukanlah kepentingan siapa pun,” kata Engel yang juga mempertanyakan apakah penjualan F-35 ke UEA juga akan mendorong minat serupa dari negara-negara di Timur Tengah untuk memiliki pesawat ini.

Ditandaskan bahwa rencana penjualan F-35A ke UEA tidak akan melemahkan keunggulan militer kualitatif Israel.

“Teknologi ini juga harus dilindungi dari musuh global terbesar kita. Dengan aktifnya Rusia dan China di wilayah tersebut, rakyat Amerika akan membutuhkan jaminan yang tidak dapat disangkal bahwa kemampuan militer kami yang paling canggih akan dilindungi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejalan dengan telah dilaksanakannya normalisasi hubungan antara Israel dan UEA yang diprakarsai Presiden Donald Trump pada September 2020, UEA meminta keinginan untuk memiliki F-35 dikabulkan oleh AS.

Namun, di sisi yang lain, Tel Aviv yang awalnya menyatakan keberatan atas rencana penjualan ini kemudian meminta sejumlah kompensasi dan jaminan kepada Washington.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *