Bukan OFAB 250, bom yang digunakan Sukhoi adalah P-250L buatan dalam negeri

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Dua pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 dari Skadron Udara 11 berhasil menghancurkan sasaran di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur pada Latihan Puncak Koopsau II “Sikatan Daya 2020 pada Selasa (29/9).

Latihan ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di lokasi dan juga disiarkan langsung oleh Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau).

Sebelumnya Airspace Review menulis, bom yang digunakan oleh Su-30 tersebut adalah OFAB 250 buatan Rusia. Ternyata, yang betul adalah P-250L buatan dalam negeri. Bom live ini dikembangkan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau), PT Dahana, dan PT Sari Bahari.

Untuk diketahui pula, ini adalah pertama kalinya bom P-250L diluncurkan dari pesawat Sukhoi dalam latihan puncak setelah sebelumnya melewati uji coba.

Dalam latihan, biasanya pesawat Sukhoi menggunakan bom P-100 Practice dan P-100L (Live).

Bom P250L dari pesawat SukhoiSkadron Udara 11

Satu pesawat Su-30 meluncurkan 12 bom P-250L dengan bobot tiga ton. Sehingga untuk dua Su-30 meluncurkan 24 bom dengan bobot total enam ton. Peluncuran bom dilaksanakan dengan navigation bombing, strike and level.

Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb I Gusti Ngurah “Raptor” Sorga Laksana menjadi leader dalam misi pengeboman tersebut.

“Ini bom kebanggaan bangsa Indonesia,” kata Gusti saat dikonfirmasi oleh Airspace Review.

Bom P250LSkadron Udara 11

Dikatakan begitu, karena bom ini merupakan bom buatan industri pertahanan nasional (Indhan).

Ia menambahkan, dalam latihan ini pada Rabu (30/9) pesawat Sukhoi Skadron Udara 11 kembali akan melaksanakan pengboman menggunakan P-250L. Berbeda dari kemarin, pengeboman kali ini akan dilaksanakan pada malam hari.

Selain itu juga pesawat Sukhoi akan melaksanakan air refueling pada malam hari.

Tak kalah seru, pesawat Sukhoi juga akan melakukan aksi doghfight melawan F-16.

Roni Sontani

4 Replies to “Bukan OFAB 250, bom yang digunakan Sukhoi adalah P-250L buatan dalam negeri”

  1. Majulah indonesia ku semangat , aku yakin anak bangsa pasti bisa membuat bom yg lebih canggi dari negara luar semangat indonesia ku

  2. Kemandirian produksi alutsista beserta pendukungnya sudah wajib. Jika Pindad dan PAL sudah menunjukkan kehandalan produknya, diharapkan PTDI, bekerja sama dengan pihak manapun, mampu membuat pesawat tempur sendiri. Jangan kalah dengan Brazil !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *