Yunani borong 18 jet tempur Rafale dari Perancis

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada 12 September 2020 Yunani mengumumkan niatnya untuk membeli 18 unit jet tempur multiperan canggih Rafale buatan Dassault, Perancis.

Pengumuman tersebut sejatinya tidak terlalu mengejutkan karena berita tawaran Perancis beberapa waktu lalu perihal delapan Rafale eks AU Perancis yang akan di-upgrade sebagai “bonus” jika Yunani jadi membeli 10 unit Rafale tipe F3.

Yunani memang tidak asing lagi dengan produk Perancis, khususnya jet tempur. Jika dihitung, sudah lebih dari empat dekade Yunani menjadi pelanggan produk dirgantara Perancis.

Tahun 1974 Yunani memborong 40 jet tempur Mirage F1 dan tahun 1985 menyusul 40 unit jet tempur multi peran generasi keempat Mirage 2000.

Jet-jet tempur pengganti Mirage F1 ini masih ditambah lagi dengan varian tercanggihnya yaitu Mirage 2000-5 yang  dibeli tahun 2000 sebanyak 15 unit. Kontrak pembelian tersebut juga mencakup upgrade 10 Mirage 2000 generasi awal menjadi setara dengan Mirage 2000-5.

Meski tidak dirinci berapa unit Rafale eks AU Perancis dan berapa unit Rafale produksi baru yang akan dibeli Yunani, diperkirakan jumlahnya masih sama atau tidak jauh dengan tawaran Perancis sebelumnya.

Berapapun Rafale eks AU Perancis yang akan dipindahtangankan ke AU Yunani, sebelumnya jet-jet itu akan di-upgrade menjadi setara dengan Rafale F3.

Rafale F3 adalah tipe tercanggih yang operasional penuh saat ini, dengan subtipe F3R yang lebih canggih lagi sudah menjelang berakhir masa pengujian intensif dan akan memasuki fase awal produksi massal tahun ini setelah masa operasional awal di tahun 2019 lalu.

Salah satu keunggulan Rafale yang menarik bagi Yunani adalah kemampuan meluncurkan rudal jelajah jarak jauh SCALP EG (Système de Croisière Autonome à Longue Portée – Emploi Général) dan rudal anti kapal Exocet AM-39.

Tentu saja Rafale juga merupakan dogfighter andal dan mampu memboyong sejumlah rudal udara ke udara canggih seperti MICA EM dan MICA IR yang bisa berfungsi ganda sebagai rudal jarak pendek maupun menengah, hingga rudal jarak jauh Meteor yang konon disebut-sebut lebih lincah dan canggih dibanding AIM-120 AMRAAM buatan Amerika Serikat.

Belum diketahui berapa jumlah atau komposisi antara varian Rafale berkursi tunggal (single seater) maupun kursi ganda (tandem) yang akan dibeli Yunani.

Varian tandem Rafale tidak hanya berfungsi sebagai sarana latih/konversi yang dapat digunakan untuk bertempur (combat capable), namun juga dapat difungsikan untuk misi-misi presisi serangan jarak jauh yang memerlukan dua awak.

Antonius KK

One Reply to “Yunani borong 18 jet tempur Rafale dari Perancis”

  1. Indonesia bisa meniru india dan yunani, ambil rafale karena prancis lebih longgar aturannya dibanding AS dan negara eropa lainnya.
    Jangan lupa juga order selalu full combat, percuma saja order pesawat canggih tetapi hanya dilengkapi senapan mesin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *