Langkah Iran menjadi negara teratas pembuat drone militer

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Iran sedang melangkah mewujudkan impiannya menjadi negara teratas pembuat drone militer. Beragam drone tempur dibuat melalui investasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan industri dalam negeri.

Sejumlah drone telah dihasilkan oleh Negeri 1000 Mullah ini, di antaranya seri HESA Ababil, Qods Mohajer, HESA Karrar, dan IAIO Fortros.

Sejauh ini Fortros merupakan drone terbesar yang dioperasikan oleh Iran. Drone buatan Organisasi Industri Penerbangan Iran (IAIO) yang diluncurkan tahun 2013 ini mampu terbang hingga ketinggian 25.000 kaki dan berada di udara selama 16-30 jam.

Roda pendaratnya dapat ditarik ke dalam tubuh sehingga mengurangi daya hambat udara pada saat terbang. Drone Fortros mampu menjelajah jarak hingga 2.000 km. Kecepatan terbang berada di angka 150-250 km/jam.

Selain membuat drone, persenjataan untuk drone pun dibuat oleh Iran. Misalnya bom penembus lapis baja vertikal.

Fortros dipersenjatai Sadid-1, rudal udara ke permukaan serbaguna buatan dalam negeri setara dengan rudal Spike LR buatan Rafael ADS, Israel.

Sejumlah drone kombatan telah dilibatkan Iran dalam peperangan. Misalnya Mohajer-6 dengan bom di bawah setiap sayapnya, pernah dikerahkan oleh pemerintah untuk menggulung kelompok pembangkang Kurdi.

Drone lain, Karrar, dipersenjatai dengan bom tak bepemandu MK-82. Bom ini biasa dibawa dan dilepaskan oleh jet-jet tempur buatan Barat.

Kepala IAIO Brigadir Jenderal Kedua Afshin Khajeh Fard seperti diberitakan Sputnik mengatakan, Iran saat ini merupakan salah satu dari lima negara teratas yang berhasil melakukan pengembangan drone atau pesawat tanpa awak.

“Badan-badan internasional yang menilai kekuatan tempur udara negara-negara telah menempatkan Iran sebagai kekuatan dunia ke-5 di bidang drone atau UAV,” ujar Fard.

Ditambahkan, Iran tidak akan menghentikan produk-produk militer dalam negerinya termasuk dalam hal pengembangan drone terlepas dicabut atau tidaknya sanksi militer oleh PBB.

“Kami pasti akan memasok apa pun yang dibutuhkan di dalam untuk meningkatkan kekuatan pencegahan negara dan kami tidak akan menunggu pencabutan atau perpanjangan sanksi,” tandas Fard.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *