Menjaga mental para operator Kubah Besi agar selalu siap bertugas

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Menjadi operator penangkis serangan udara Kubah Besi (Iron Dome) di kesatuan Angkatan Udara Israel (IAF) bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan ketahanan mental yang kuat dari para personelnya dalam bekerja.

Para operator Iron Dome menghadapi tekanan mental di mana pekerjaan mereka sangat menentukan berhasil tidaknya militer Israel menahan serangan-serangan roket maupun rudal yang datang menyerang negeri mereka.

Padahal, mereka dan keluarganya sendiri pun tak luput dari kemungkinan serangan yang berbahaya dan sangat besar.

Diakui Komandan Baterai Batalion 137 yang mengoperasikan Iron Dome, Mayor Aviel, ketahanan mental para operator Iron Dome sangat dibutuhkan. Sehingga, mereka dapat menjalankan tugasnya tanpa terpengaruh aspek psikologis yang berat.

Untuk itulah, pelatihan mental-psikologis bagi para operator Kubah Besi, yang sebagian adalah kaum hawa, rutin dilaksanakan agar mereka punya mental baja dan selalu siap saat menjalankan tugas.

Operator-Iron-Dome-Israel
Nevo Levin/IAF

Beragam pelatihan psikologi diberikan untuk mendukung kompetensi operasional dan kesiapan bertempur.

Penggemblengan mental di batalion dirancang agar para operator siap menghadapi situasi terburuk.

Beberapa skenario dalam latihan pun diberikan, termasuk misalnya ada operator yang mengalami syok dalam keadaan peperangan.

Bagimanapun, mereka harus tetap tenang saat mengoperasikan peluncur atau pusat manajemen intersepsi dan mencegat peluncuran serangan terhadap posisi di mana mereka berada.

Persiapan dan kesiapan bertempur terus ditingkatkan seiring perubahan realitas yang terjadi. Selain ragam perangnya yang berubah, kemampuan musuh pun terus berkembang.

BMC of Iron Dome
Matty Stern BMC of Iron Dome systems

Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara segala cuaca yang dapat dipindah-pindahkan lokasinya.

Sistem yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries ini mampu mencegat dan menghancurkan serangan roket dan persenjataan artileri lainnya pada jarak pendek 4 – 70 km. Dalam perkembangan kemudian jarak jangkaunya ditingkatkan hingga 250 km.

Iron Dome terdiri dari tiga komponen yaitu radar, battle management & weapon control (BMC), dan unit peluncur rudal. Para operator Iron Dome bekerja di kontainer BMC.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *