Airbus bentuk Tim Nightjar untuk tingkatkan kapabilitas industri dirgantara Australia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Airbus Helicopters bergabung dengan lebih dari 20 mitra di Australia untuk membentuk Tim Nightjar, sebuah konsorsium yang menawarkan solusi untuk proyek LAND 2097 Phase 4 milik pemerintah Australia. Melalui proyek ini, pemerintah Australia mencari armada helikopter yang dapat mendukung operasi khusus Angkatan Pertahanan Australia.

Tim Nightjar merupakan gabungan dari para akademisi dan industri kedirgantaraan Australia seperti Cablex, Cyborg Dynamics, Deakin University, DEWC, ECLIPS, Ferra Engineering, Helicopter Logistics, Helimods, Kinetic Fighting, Kratos Australia, Microflite, PREDICT Australia, QinetiQ Australia, Safran Helicopter Engines Australia, Seeing Machines, Sigma Bravo, Rusada, TAFE NSW, Tagai Management Consultants, Toll Helicopters, University of Technology Sydney, Varley Group dan Varley Rafael Australia.

Tim Nightjar menawarkan helikopter Airbus H145 berikut jaringan layanan pendukungnya yang ada di Australia. Heli ini sebagai jawaban atas permintaan pemerintah Australia untuk helikopter multifungsi di kelas empat ton yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk pasukan militer Australia,

“Kami menyadari pentingnya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Australia dalam program ini, mengingat berbagai kemampuan unik yang mereka tawarkan kepada pemerintah Australia. Berangkat dari komitmen yang sebelumnya telah kami jalin dengan industri kedirgantaraan Australia, Tim Nightjar akan fokus dalam berinovasi dan memberikan dukungan kepada industri kedirgantaraan Australia,” ujar Andrew Mathewson, Direktur Pelaksana Airbus Australia Pacific sebagaimana Airspace Review kutip dari siaran berita Airbus, Jumat (10/7).

Sediakan lapangan kerja baru

Sebagai konsorsium lokal, Tim Nightjar  akan menyediakan pelatihan bertaraf dunia untuk mendukung partisipasi dari suku asli Australia. Hal ini memungkinkan adanya pembaruan desain serta implementasi yang cepat selama program tersebut berlangsung.

Dengan komitmen yang jelas untuk berinvestasi terhadap inovasi yang dipimpin oleh Australia, proposal dari Tim Nightjar disebut akan menghasilkan keuntungan ekonomi senilai lebih dari 250 juta dolar Australia dan menciptakan lebih dari 170 lapangan pekerjaan di Benua Kanguru.

“Kami percaya kesempatan ini akan meningkatkan penawaran helikopter H145M seraya menciptakan lapangan pekerjaan dan memungkinkan terjadinya transfer teknologi serta kesempatan untuk ekspor,” lanjut Mathewson.

Pemerintah Australia saat ini sedang mencari helikopter yang telah terbukti, matang, dan dapat diandalkan, serta sistem pendukungnya yang kokoh.

H145M yang ditawarkan Airbus Helicopters merupakan keluarga H145 yang telah mengantongi lebih dari 5,9 juta jam terbang. Lebih dari 1.400 unit helikopter ini digunakan di lingkungan sipil, parapublik, dan militer. Airbus Helicopters menawarkan keluarga H145 dengan dukungan jaringan globalnya.

Helikopter ringan mesin ganda H145 akan melengkapi helikopter MRH90 Taipan dengan mobilitas dan kesadaran situasional yang ditingkatkan untuk operasi khusus.

Berhubung ukurannya yang kecil, kata Airbus, H145M dapat beroperasi secara optimal di daerah perkotaan yang padat dan dapat dengan mudah dikerahkan ke medan lain menggunakan pesawat C-17A Globemaster.

Pasukan khusus Jerman

Helikopter H145M telah dicoba dan diuji. Harga dan performanya dinilai yang sangat baik. Demikian juga dengan waktu pengirimannya yang singkat. H145M saat ini telah digunakan oleh pasukan militer Jerman, Hongaria, Luksemburg, Serbia, dan Thailand.

H145M saat ini mendukung peran operasi khusus Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) dengan kesiapan misi di atas 99%. H145M, lanjut Airbus, menghadirkan keamanan serta daya dan muatan yang unggul.

Di Australia, Airbus telah hadir selama lebih dari dua dekade dan membangun jaringan industri lokal yang luas untuk mendukung industri pertahanan dan penerbangan komersial.

Airbus mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan di 23 lokasi untuk pesawat dan helikopter sipil dan militer.

Hingga saat ini Airbus telah menyuntikkan lebih dari 1,7 miliar dolar Australia untuk industri dirgantaranya, termasuk investasi sebesar 100 juta dolar Australia dari proyek ARH Tiger dan MRH90.

Burung kecil pemangsa

Sekilas tentang Nightjar, burung pemangsa nokturnal terkecil di Australia ini memiliki karakteristik yang lincah dan gesit karena ukurannya yang kecil. Burung ini memiliki  kemampuan kamuflase yang luar biasa dan hening selagi terbang. Selain itu, memiliki mata yang tidak memantulkan cahaya.

Burung nightjar biasa berburu secara berpasangan dan menangkap mangsa menggunakan sayap, menggabungkan fungsi indera yang tinggi, kelincahan, kecepatan, kekuatan dan fokus.

Karakteristik ini dibutuhkan dalam melaksanakan operasi khusus. Inspirasi ini pula yang kemudian diadopsikan pada H145M sebagai respons terhadap proyek LAND 2097 Phase 4 yang dicanangkan pemerintah Australia.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *