Pengadaan mesin untuk jet tempur F-15EX tetap dikompetisikan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada medio Mei 2020 lalu Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS/USAF) mengumumkan RFP (request for proposal) untuk tender pengadaan mesin turbofan yang akan dipakai oleh jet tempur F-15EX Advanced Eagle. Pesawat ini secara bertahap mulai dipesan oleh USAF.

Keputusan AU AS untuk membuka tender ini otomatis membatalkan rencana pengadaan vendor tunggal langsung (sole-source procurement contract) bagi mesin F-15EX. 

Di tahun fiskal 2020 ini USAF memesan 8 unit F-15EX sebagai langkah awal untuk memodernisasi armada pesawat tempur sergapnya berupa penggantian armada F-15C/D dengan F-15EX.

Dalam kurun waktu sekitar lima tahun ke depan AU AS diproyeksikan memiliki setidaknya 144 unit F-15EX.

Awalnya, untuk mempercepat proses pengadaan F-15EX AU AS mengumumkan pengadaan  vendor tunggal langsung yaitu hanya mesin F110-GE-129 buatan General Electric. Namun, setelah dikritik oleh sejumlah kalangan termasuk Jenderal (Purn) John Michael Loh, mantan Wakil Kepala Staf AU AS, akhirnya AU AS merevisi rencana tersebut.

Dibukanya tender pengadaan mesin bagi F-15EX ini berarti terbuka kembali kesempatan bagi pabrikan Pratt & Whitney untuk mengajukan tawaran mesin F100-PW-229 andalannya.

Untuk diketahui, jet tempur F-15E Strike Eagle dan varian derivatif lanjutannya seperti F-15I (Israel), F-15SG (Singapura), F-15K (Korea Selatan), F-15SA (Arab Saudi) dan F-15QA (Qatar) memang kompatibel dan dapat dipasangi mesin buatan General Electric (F110) maupun buatan Pratt & Whitney (F100).

Kedua mesin tersebut memang memiliki kekuatan dorong yang sedikit berbeda. Mesin F110 memiliki thrust sekitar 6.000 lbs lebih besar (kondisi full afterburner) dibanding F100.

Namun perlu diingat bahwa sesungguhnya mesin F100 dipakai USAF untuk semua armada F-15-nya, sementara untuk F-16C/D AU AS lebih banyak memakai F110 ketimbang F100.

Sama halnya seperti F-15, jet tempur F-16 pun dapat ditenagai oleh salah satu dari kedua jenis mesin satu kelas tersebut: PW F100 atau GE F110.

RFP yang diumumkan AU AS menyebutkan, pengadaan 461 unit mesin untuk waktu penyerahan periode 2023 – 2030.

Belum diinformasikan kapan USAF akan mengumumkan pemenang pengadaan mesin F-15EX tersebut.

Antonius KK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *