Penampakan tiga ranpur baru Rusia di Parade Hari Kemenangan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Parade peringatan Hari Kemengan ke-75 Rusia atas Nazi Jerman baru saja sukses dilaksanakan di Lapangan Merah, Moskow pada 24 Juni 2020. Kemegahan acara terbilang spektakuler, mengingat merebaknya pandemi COVID-19 yang juga melanda Rusia.

Militer Rusia menunjukkan kesiapan dan kekuatan yang terbilang prima kepada dunia. Hampir seluruh alutsista buatan dalam negeri turut memanaskan suasana. Bahkan disebut-sebut 20 peralatan perang baru turut ditampilkan.

Dari jajaran kendaraan tempur (ranpur) baru tersebut tiga di antaranya yang mencolok mata adalah penampilan K-4386 Typhoon-VDV, 2S38 Derivatsiya-PVO dan T-15 IFV 57 mm.

Berikut ulasannya singkatnya yang Airspace Review sarikan dari laman Army Recognition. 

Pertama adalah ranpur ringan keluarga K-4386 Typhoon 4X4 buatan Kamaz JSC untuk pasukan DVD. Kendaraan ini ditenagai mesin diesel 610.10-350 berdaya 350 hp yang dapat melaju hingga 105 km/jam dengan jarak jelajah maksimum mencapai 1.200 km.

K-4386 Typhoon VDV

K-4386 DVD tergolong ranpur MRAP yang dilapisi kulit komposit keramik dan baja yang sanggup memberikan perlindungan balistik terhadap penembakan senjata hingga kaliber 14.5 mm dan perlindungan ledakan dari ranjau setara 8 kg TNT di bawah roda. 

Persenjataan utama K-4386 DVD berupa menara tanpa awak BM-30-D yang dipersenjatai dengan meriam otomatis 30 mm 2A42 dan senapan mesin koaksial 7,62 mm PKTM serta enam peluncur granat asap.

Selanjutnya ranpur 2S38 Derivaciya PVO jenis Self Propelled Anti Aircraft (SPAA). Kendaraan ini dibangun menggunakan basis BMP-3 IFV dan dirancang untuk menghadapi pesawat terbang rendah, helikopter, UAV, termasuk juga rudal jelajah.

2S38 Derivaciya

2S38 PVO dilengkapi stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh serta dipersenjatai dengan satu meriam 57mm otomatis. Persenjataan sekundernya berupa senapan mesin 7,62 mm yang dipasang di sisi kanan turret. 

Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem deteksi dan pelacakan pasif, menggunakan penglihatan termal daripada radar untuk mendeteksi dan melacak target udara.

2S38 PVO dapat mendeteksi target udara pada kisaran 12.300 m dan UAV pada kisaran maksimum 4.900 m. Meriam 57 mm-nya memiliki jarak tembak maksimum 6.000 m.

Terakhir adalah ranpur gambot T-15 IFV 57 mm. Sebelumnya masih dipersenjatai dengan satu meriam otomatis 30 mm 2A42 sebagai persenjataan utama.

T-15 Armata IFV

Pada Parade Hari Kemenangan, T-15 terlihat mengusung stasiun senjata 220M Baikal yang dioperasikan dari jarak jauh. Ranpur ini juga dipersenjatai dengan meriam 57 mm otomatis.

Meriam 57 mm yang baru ini didasarkan pada meriam anti-pesawat S-60 yang dimodifikasi. Jangkauan tembak mencapai 14,5 km dengan kecepatan maksimum 80 putaran per menit serta stok amunisi sebanyak 80 peluru multiguna.

T-15 IFV 57 mm dapat menggasak target udara berupa pesawat yang terbang rendah, helikopter, UAV dan rudal jelajah. Kendaraan ini juga dapat melumpuhkan target darat seperti kendaraan taktis (rantis) dan ranpur.

T-15 IFV 57 mm memiliki tingkat perlindungan yang sama dengan T-14 MBT Armata. T-15 dilengkapi sistem pelindung modular yang terbuat dari baja, keramik, dan material komposit. Tingkat perlindungannya hingga STANAG 4569 Level 5.

Sementara sistem perlindungan aktif baru yakni Afganit juga dipasang pada T-15 IFV 57mm guna mempertahankan kendaraan terhadap serangan anti-tank (ATGM) dan RPG.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *