Minimum Essential Forces bukan akhir, tapi awal

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selama kurun waktu sekitar satu dekade terakhir, istilah minimum essential forces (MEF) atau kekuatan pokok minimum kerap kita dengar seiring berita pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sesuai dengan arti kata “minimum” itu sendiri, istilah MEF merujuk pada jumlah dan kemampuan kekuatan alutsista paling minimum yang dibutuhkan oleh TNI untuk menghadapi ancaman yang sudah diproyeksikan selama beberapa waktu ke depan.

Yang mungkin sudah mulai banyak dilupakan adalah bahwa sesungguhnya tercapainya jumlah seperti tertuang dalam perencanaan MEF, bukan berarti TNI berhenti belanja alutsista.

Nyatanya banyak orang yang mengira bahwa setelah program pengadaan dalam kerangka MEF selesai, berhenti pula proses pengadaan alutsista TNI.

Padahal, kembali lagi ke arti kata “minimum” itu sendiri, tercapainya MEF memiliki arti bahwa kekuatan alutsista TNI barulah sampai pada level paling dasar sesuai kebutuhan.

Singkatnya, baru kekurangannya yang “ditambal”. Proses menuju kekuatan pertahanan yang kredibel masih harus menempuh jalan cukup panjang.

Alih-alih selesai, pencapaian target MEF justru merupakan ambang batas untuk tahapan selanjutnya, di mana kekuatan alutsista TNI harus terus dibangun dan dipelihara sehingga terwujud kekuatan yang kredibel, baik dari aspek teknologi maupun aspek kemampuan pengoperasian yang optimal.

Tak bisa dipungkiri, di negara manapun yang namanya belanja alutsista kerap “dibenturkan” dengan kepentingan pencapaian kesejahteraan rakyat.

Memang benar bahwa kesejahteraan rakyat harus jadi prioritas. Namun jangan dilupakan bahwa keutuhan wilayah negeri serta keamanan negara dan bangsa juga merupakan salah satu bentuk kesejahteraan.

Antonius KK

Approved by Ron

5 Replies to “Minimum Essential Forces bukan akhir, tapi awal”

  1. Negara kita dari zaman orba sampai saat ini tidak pernah menganggap pengadaan alutsista sbg investasi tapi dianggap sebagai beban…sebetulnya kalo kita serius pasti bisa, alasan kesejahteraan rakyat digunakan untuk memperkecil anggaran pertahanan negara sesungguh membuat tertawa..banyak negara negara yg selevel dg Indonesia tingkat perekonomiannya tapi tetap bisa membangun kekuatan pertahanan yg di perhitungkan dg tetap memperhatikan kesejahteraan rakyatnya..

    1. Apaan zaman orba tuh militer dan alat utama sistem persenjataan kita itu disebut “macan asia”. Baca sejarah!

      1. Baca sejaraaah lagii ..terminologi ‘macan asia’ itu lebih kepada ekonomi kita yg sedang berkembang…bukan pada bidang militer..krn militer pd jaman orba lebih kpd politik. Sedangkan MBT aja baru kita miliki skrg

  2. Pembelian alutsista sebenarnya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Jadi membeli alutsista sebenarnya juga sama dengan membeli teknologi. Dan teknologi itu akan terus berkembang. Alangkah baiknya istilah MEF diganti dengan sikap bagaimana cara berpikir untuk menciptakan teknologi atau paling tidak menyesuaikan dengan teknologi yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *