Pasokan suku cadang F-35 mengkhawatirkan, bila Turki keluar lebih parah

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rantai pasokan suku cadang pesawat F-35 dinilai sangat mengkhawatirkan. Terlebih, apabila Turki tidak lagi memproduksi komponen untuk menyuplai kebutuhan produksi jet Lightning II.

Hal ini dikemukanan oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) Amerika Serikat pada pernyataan tanggal 12 Mei 2020.

GAO menyebut, saat ini keterlambatan pasokan suku cadang meningkat sangat besar. Di tahun 2017 jumlah keterlambatan pengiriman suku cadang kurang dari 2000, namun pada Juli 2019 keterlambatan pengiriman itu sudah mencapai 10.000.

“Jumlah kekurangan suku cadang setiap bulannya meningkat dari 873 pada Juli 2018 menjadi 8.000 pada Juli 2019,” papar GAO seperti Airspace Review kutip dari pemberitaan Defense News.

Ditambahkan, sebanyak 60 persen keterlambatan pasokan suku cadang, terjadi di 20 pabrik penyuplai suku cadang untuk F-35.

GAO menyebut, salah satu cara untuk mengurangi keterlambatan pengiriman komponen F-35 dan kurangnya suku pesawat ini, adalah dengan melakukan metode baru terkait konfigurasi produksi komponen F-35.

“Untuk mengurangi keterlambatan pengiriman dan kekurangan suku cadang – dan untuk mengirimkan lebih banyak pesawat tepat waktu – kontraktor produsen pesawat telah menggunakan metode seperti mengkonfigurasi ulang jalur perakitan dan memindahkan pekerjaan yang telah direncanakan di antara stasiun yang berbeda di sepanjang jalur perakitan,” kata GAO.

GAO juga menjelaskan, keterlambatan pengiriman dan kekurangan suku cadang f-35 akan lebih parah apabila Turki benar-benar keluar dari Program F-35. Untuk diketahui, Washington telah mengeluarkan Turki dari Program F-35 karena Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Moskow.

“Masalah ini akan lebih parah bila Turki keluar dari program F-35 sebagaimana telah diumumkan tahun lalu,” ujar GAO.

Departemen Pertahanan AS mengatakan, Turki tidak dapat membeli atau mengoperasikan F-35 sebelum negeri itu menyerahkan S-400.

Sebelum ini Pentagon telah menyatakan bahwa Turki tidak bisa lagi memproduksi dan menyuplai suku cadang  F-35 setelah Maret 2020.

Namun larangan tersebut terabaikan oleh AS sendiri karena terjadi wabah virus corona.

Roni Sontani

One Reply to “Pasokan suku cadang F-35 mengkhawatirkan, bila Turki keluar lebih parah”

  1. Makin ribet aja persoalan F-35 Lightning. Mungkin Turki lbh memilih sistem pertahanan udara S-400 Triump daripada pespur F-35 Lightning yg katanya bisa terendus S-400!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *