Bastion dan Bal, duet sistem pertahanan pantai Rusia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia memiliki garis pantai yang sangat panjang. Bahkan sesungguhnya jika dihitung maka garis pantai Rusia mencapai sekitar dua pertiga dari panjang total perbatasannya.

Itu sebabnya kepemilikan sistem pertahanan pantai (coastal defense) merupakan suatu hal yang mutlak. Dalam perencanaan jangka panjang hingga tahun 2027, Rusia menargetkan terselesaikannya sistem pertahanan pantai yang terdiri dari sistem peluncur rudal anti kapal Bastion dan Bal.

K-300 Bastion (NATO: SSC-5 Stooge) adalah sistem senjata rudal antikapal jarak jauh yang terdiri dari modul komando, generator, dan peluncur rudal yang dilengkapi rudal antikapal supersonik P-800 Oniks.

Satu baterai (satuan tembak) K-300 Bastion memiliki empat peluncur rudal, masing-masing berkapasitas dua rudal Oniks dan masih dilengkapi kendaraan pengangkut rudal cadangan.

Rudal Oniks sendiri mampu melesat dengan kecepatan di atas Mach 2 dan sanggup melumat target sejauh 500 km.

Sekadar catatan, rudal Oniks adalah varian jarak ultra jauh dari rudal antikapal Yakhont yang jangkauannya sekitar 300 km. Satu baterai Bastion dibekali 24 rudal Oniks (sudah termasuk rudal cadangan).

Mendampingi sistem Bastion adalah 3K60 Bal yang dilengkapi rudal antikapal subsonik Kh-35 Bal (NATO: SSC-6 Sennight).

Rudal dengan jangkauan 300 km itu lebih ditujukan untuk melumat target kapal-kapal perang bertonase 5.000 ton ke bawah atau kapal-kapal pendarat medium hingga kecil.

Sementara Oniks lebih ditujukan untuk kapal-kapal perang berukuran besar. Satu baterai Bal memiliki empat peluncur rudal dengan jumlah total rudal (termasuk cadangan) sebanyak 64 pucuk rudal.

Antonius KK

editor: ron

2 Replies to “Bastion dan Bal, duet sistem pertahanan pantai Rusia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *