Penjualan FA-50 dari Korea Selatan ke Argentina terhambat

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Penjualan 10 jet tempur serang FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) dari Korea Selatan kepada Argentina terhambat akibat pandemi virus corona (COVID-19).

KAI mengatakan, kesepakatan untuk penjualan pesawat ini pun tertunda untuk sementara.

Disebutkan, dengan adanya wabah virus corona telah membuat Argentina mengalami kesulitan untuk penganggaran pembelian pesawat.

“Tentunya menjadi sulit bagi Argentina untuk membelanjakan anggaran keuangan untuk pesawat tempur karena wabah virus corona,” kata petinggi KAI seperti dikutip Korea Herald, Senin lalu.

Seperti diberitakan, tahun lalu Argentina menyatakan minatnya untuk membeli 10 unit FA-50 dari Korea Selatan.

FA-50 dibuat oleh KAI bekerja sama dengan Lockheed Martin dari Amerika Serikat. Pengembangan varian jet latih T-50 ini menggunakan mesin F404 buatan Samsung, lisensi dari General Electric.

Pesawat menggunakan teknologi fly-by-wire, HOTAS (hands on throttle and stick), dan radar pulse doppler.

FA-50 dipersenjatai kanon internal 20 mm. Sejumlah persenjataan eksternal dapat dibawa seperti AIM-9 Siedewinder, AGM-65 Maverick, dan bom MK-82.

Di Angkatan Udara Argentina, FA-50 rencananya akan digunakan untuk menggantikan peran Dassault Mirage III dan Mirage 5 yang telah dipensiunkan tahun 2015.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *