Proyek bomber Gen-6 Rusia T-60 Golub dihidupkan lagi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Satu dekade sebelum Uni Soviet bubar, atau di kisaran tahun 1980-an, Negeri Beruang diam-diam sudah melakukan riset untuk pembuatan pembom generasi keenam. Adalah Biro Desain Sukhoi (Sukhoi OKB) yang punya gawe melakukan rancang bangun model pembom siluman dengan kode T-60 Golub itu.

Tidak banyak diketahui publik, layaknya sebuah proyek masa depan sistem persenjataan militer di manapun memang senantiasa dirahasiakan.

Sayangnya, Desember 1991 Uni Soviet bubar. Bersamaan dengan runtuhnya adidaya Block Timur itu, proyek rahasia T-60 yang digadang-gadang akan segera mendapatkan pendanaan ini pun tidak jelas kelanjutannya dan akhirnya diberi label “ditunda”.

Rusia sebagai penerus tahta Uni Soviet, kala itu memang sedang menghadapi krisis keuangan. Jangankan untuk melanjutkan proyek-proyek strategis, sedangkan rakyatnya saja antre di toko-toko hanya untuk mendapatkan sepotong roti.

Tiga dekade berlalu, berhembus lagi kabar baik bila proyek “Golub” atau “Dove” atau “Pigeon” alias Burung Merpati ini kembali dihidupkan.

Diberi nama “Dove” karena memang bentuk pesawat pembom ini memang menyerupai bentuk burung yang disimbolkan tak pernah ingkar janji dalam epik percintaan ini.

T-60, kabarnya akan dihidupkan lagi di mana pesawat akan menggunakan material komposit dan teknologi siluman seperti awal perancangan.

Belum ada rilis resmi mengenai hal ini. Informasi hanya Airspace Review dapatkan dari pemberitaan di media online Rusia.

Disebutkan, T-60 berdimensi panjang 38 m dan rentang sayap 35 m. Sementara kapasitas angkut bom mencapai 20 ton. Disebut juga pembom ini dibekali rudal aerobalistik X-15 dan rudal jelajah X-101. Informasi ini juga diunggah Pravda di akun YouTube.

Dua mesin turbojet engine akan digunakan untuk menjadi sumber penggerak dan laju pembom yang memungkinkannya mencapai kecepatan terbang di atas 2.500 km/jam. Pesawat dapat menjelajah jarak sejauh 6.000 km dan terbang hingga ketinggian 20 km (65.600 kaki).

Versi lain menyebut, si merpati besi akan ditenagai mesin kombinasi, yaitu direct-flow dan turbojet sehingga memungkinkannya terbang dalam kecepatan 6.000 km/jam.

Kalau sudah begitu, dijamin pesawat tidak akan diawaki oleh manusia lagi alias menjadi pembom tak berawak (unmanned bomber).

T-60 Golub
YouTube

Sifat siluman dan tak berawak, merupakan salah satu platform pesawat tempur/pembom generasi keenam (Gen-6) seperti halnya Team Tempest yang dikembangkan oleh Inggris dan Swedia maupun FCAS yang dikembangkan Perancis, Jerman, dan Spanyol.

Untuk mengetahui munculnya para pemangsa udara, T-60 atau Si Merpati Besi juga akan dilengkapi dengan radar kuantum yang memungkinkannya dapat melihat musuh sebelum musuh bisa melihat dia.

Bila proyek ini memang benar-benar dihidupkan lagi dan berjalan lancar, dijadwalkan, T-60 “Dove” akan muncul ke permukaan  paling cepat tahun 2030 alias setengah abad dari sejak ide ini digulirkan. Memang tidak ada yang singkat dalam melahirkan sebuah pesawat berteknologi mutakhir.

Di tahun 2030-an akan banyak bermunculan pesawat-pesawat tempur maupun pembom baru berkarakteristik siluman yang pengembangannya sedang digenjot saat ini.

Di Rusia sendiri, di tahun akan muncul juga pembom siluman PAK DA yang dikembangkan oleh Tupolev sebagai calon pengganti pembom strategis tu-95 Bear.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *