E-6B Mercury, jet latih komando udara peluncur rudal antarbenua AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS/USAF) dijadwalkan menerima pesawat baru E-6B Mercury bulan depan. Pesawat berbasis Boeing 707-320 ini merupakan jet latih komando udara untuk peluncuran rudal balistik antarbenua (airborne ICBM command post) Amerika Serikat.

Pesawat yang dilengkapi sistem kendali peluncuran udara (ALCS) virtual untuk pelatihan para siswa ini akan diterima di Pangkalan Angkatan Udara Offut dekat Omaha.

ALCS merupakan sebuah sistem yang dapat mengoperasikan persenjataan nuklir milik Amerika Serikat dari pesawat komando udara. Hal ini sebagai antisipasi apabila sistem kendali peluncuran senjata nuklir di Pusat Komando Darat berhasil dihancurkan musuh.

ALCS dioperasikan oleh para personel USAF, namun pesawatnya sendiri sebenarnya punya Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). USAF dan US Navy bekerja sama dalam menjalankan tugas yang sangat vital ini.

Mengutip pemberitaan Defense News, terdapat 16 pesawat E-6A yang kemudian ditingkatkan menjadi E-6B.

E-6B
US Navy

Pesawat ini menggantikan EC-135C dengan peran sebagai pesawat “Looking Glass”. Dikatakan demikian karena sistem di pesawat seperti sebuah kaca yang mempunya fungsi sama dengan sistem yang ada di Pusat Komando Darat.

Pengadaan E-6B yang baru, merupakan pengganti pesawat lama yang rusak akibat luapan banjir Sungai Missouri dan kanal Papio Creek tahun lalu. Banjir itu telah menyapu Pangkalan Udara Offut beserta kelengkapannya.

Tidak hanya pesawat dan hanggar, 50 bangunan yang ada di pangkalan pun ikut hancur terkena terjangan banjir.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *