Pesawat mata-mata U-2 Dragon Lady uji sensor terbaru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesawat mata-mata U-2 Dragon Lady telah menyelesaikan uji sensor terbaru bernama Senior Year Electro-Optical Reconnaissance System (SYERS)-2C. 

Sensor yang proyeknya digarap bersama oleh USAF, Collins Aerospace Systems, United Technologies, dan Lockheed Martin ini memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam hal performa optik dan akurasi penjejakan jarak jauh walau dalam kondisi cuaca yang buruk.

Dengan perangkat ini, U-2 menjadi aset intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dari udara yang sangat berarti bagi Angkatan Udara Amerika Serikat.

Mengutip pemberitaan UPI, sensor 10-band dan resolusi spasial tinggi SYERS-2C memberikan kemampuan tidak tertandingi dalam melacak target bergerak maupun diam.

U-2 terbang perdana pada 1 Agustus 1955 dan mulai digunakan sejak 1957. Pesawat mesin tunggal ini sebelum menjadi kekuatan USAF digunakan oleh badan intelijen pusat CIA.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *