SPEAR-EW perangkat baru perang elektronik untuk jet Typhoon RAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – MBDA berkolaborasi dengan Leonardo mengembangkan perangkat baru untuk peperangan elektronik guna melengkapi jet tempur Eurofighter Typhoon.

Kontrak pembuatan demonstrator SPEAR-EW (Select Precision Effects At RangeElectronic Warfare) telah didapatkan oleh MBDA atas pesanan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF).

Nantinya, SPEAR-EW berfungsi meningkatkan kapabilitas Typhoon terutama dalam misi penekanan terhadap wilayah pertahanan udara musuh (SEAD).

SPEAR-EW menggunakan basis rudal udara ke permukaan SPEAR3 (SPEAR Capability 3) dengan menghilangkan muatan hulu ledak dan sistem pencari (seeker) pada rudal itu.

Muatan perangkat EW akan dipasok oleh Leonardo berupa elektronik pengacau radar musuh menggunakan teknologi Digital Radio Frequency Memory (DRFM).

SPEAR-EW ini akan menjadi pelengkapi rudal SPEAR3 yang dirancang sebagai rudal jelajah mini udara ke darat dan permukaan (antikapal) jarak jauh. Rudal ini dapat menghancurkan beragam target dalam cuaca buruk pada siang maupun malam hari.

Kemampuan jelajah yang jauh rudal SPEAR3 (100-130 km) inilah yang dimanfaatkan oleh SPEAR-EW sebagai wahana terbang tak berawak yang akan menembus jantung pertahanan udara musuh.

SPEAR-EW akan mengacaukan sistem radar dan elektronik musuh dan menabraknya tanpa hulu ledak dengan prediksi dapat menghancurkan sistem musuh seperti instalasi radar.

Ada pemikiran juga untuk tetap mempertahankan hulu ledak pada SPEAR-EW sehingga selain mengacaukan sensor dan elektronik musuh, sekaligus juga menghancurkan sasaran dengan ledakan.

Ukuran yang kompak dari SPEAR3 tetap dipertahankan oleh SPEAR-EW sehingga memungkinkan tiga unit perangkat ini dapat dibawa dalam setiap gantungan Typhoon.

MBDA

Bila digunakan oleh F-35, maka empat unit SPEAR-EW dapat dibawa di dalam rak senjata internal F-35.

RAF tampaknya ingin melengkapi Typhoon F/GR4A dan F-35B dengan senjata pemusnah sekaligus senjata pelumpuh sistem radar dan elektronik musuh.

Hal ini untuk membuka serangan udara lebih lanjut di mana pesawat-pesawat tempur bisa masuk lebih dekat bahkan beraksi di wilayah udara musuh.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *