Jumlah penumpang udara domestik Swedia menurun, dampak Flight Shaming?

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Swedavia Airports, perusahaan negara pemilik dan pengelola seluruh bandara di Swedia melaporkan telah terjadi penurunan jumlah penumpang moda transportasi udara domestik di Swedia pada 2019.

Penurunan jumlah penumpang pesawat udara domestik itu sebesar empat persen dibanding 2018.

Pada 2019 terdapat 40 juta penumpang yang melakukan penerbangan ke dan dari 10 bandara domestik Swedia.

Angka tersebut menurun dua juta dari 42 juta penumpang di tahun 2018.

Di Bandara Arlanda Stockholm, yang merupakan bandara terbesar di Swedia, secara spesifik bahkan terjadi penurunan secara sebesar 8% dibanding tahun 2018.

Apa yang sedang terjadi?

Sejumlah analis berpendapat, terjadinya penurunan jumlah penumpang pesawat domestik di Swedia merupakan ‘buah’ dari kampanye “Flight Shaming” (malu terbang atau malu naik pesawat) yang digelorakan di negeri itu beberapa waktu lalu.

Apa itu flight shaming? Adalah suatu gerakan yang menghimbau untuk tidak menggunakan pesawat apabila jarak yang dijangkau masih bisa dicapai menggunakan kereta listrik.

Kampanye ini dicetuskan di Swedia tahun 2017 atas keprihatinan meningkatnya emisi CO2 di udara yang diakibatkan oleh transportasi udara bernama pesawat.

Menurut data IATA, dunia penerbangan menyumbang 2% dari keseluruhan emisi kargon dunia. Sementara jumlah penumpang pesawat akan terus bertambah hingga mencapai angka 8,2 miliar di tahun 2037.

Flygskam

Adalah penyanyi Swedia, Staffan Lingberg, yang berjanji tidak akan bepergian lagi menggunakan pesawat dan menyerukan Flygskam, istilah dalam bahasa Swedia untuk flight shaming.

Kemunculan gerakan ini akhirnya melahirnya gerakan baru Tagskryt yang berarti pamer naik kereta.

Juru Bicara Swedavia Robert Petzin seperti dikutip BBC pada hari Jumat (10/1) mengatakan, ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab terjadinya penurunan jumlah penumpang pesawat domestik di Swedia.

Airplane leaving jet contrails with CO2 word inside. Suitable for ecofriendly and sustainable journey concepts and the negative impact on the environment.

Di antaranya adalah pajak penerbangan Swedia, kekhawatiran akan resesi ekonomi, melemahnya mata uang krona, dan perdebatan iklim.

Di satu sisi, pemerintah Swedia sendiri juga memang menggencarkan promo perjalanan menggunakan moda kereta listrik dengan model sleeper train untuk bepergian ke seantero Eropa.

Bebas penerbangan 2020

Swedia merupakan salah satu negara pencetus bumi bersih. Seorang aktivis kampanye perubahan iklim Swedia bernama Greta Thunberg bahkan memberi contoh dengan menyeberangi Atlantik menggunakan kapal yacht layar tanpa emisi tahun lalu.

Perempuan pelajar dari Swedia itu menginspirasi generasinya untuk melaksanakan kampanye bebas penerbangan tahun 2020. Gerakan itu telah berhasil mengumpulkan lebih dari 22.500 tanda tangan.

Pada bulan September, analis Citigroup mengatakan kesadaran konsumen yang lebih besar tentang emisi karbon global telah tumbuh dan memiliki efek nyata di Swedia.

Hal ini akan berpengaruh pada potensi pertumbuhan jangka panjang dari seluruh industri.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *