AL Pakistan terima RAS 72 Sea Eagle MPA dan drone intai LUNA NG

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Dinas Penerbangan Angkatan Laut Pakistan (PN) resmi menerima pesawat ATR 72 versi patroli maritim (MPA) dan pesawat intai tanpa awak LUNA NG.

Upacara serah terima kedua jenis pesawat dilaksanakan pada 4 Januari 2020 di PNS Mehran Naval Air Station, Karachi dihadiri oleh Kepala Staf PN Laksamana Zafar Mahmood Abbasi.

Seperti diberitakan Jane’s, PN menunjukkan dua pesawat ATR 72 selama upacara namun hanya satu yang dikonfigurasikan sebagai MPA.

ATR 72 MPA ini aslinya adalah pesawat angkut milik PN yang dikonversi oleh perusahaan asal Jerman Rheinland Air Service (RAS) pada 2016. Sebutan pesawat ini selanjutnya berubah menjadi RAS 72 Sea Eagle

Sebelumnya, pada 12 Desember 2018 PN telah menerima Sea Eagle pertama yang mulai dikonversi oleh RAS sejak 2015.

Sebagai pesawat patroli maritim, Sea Eagle dibekali radar AESA (active electronically scanned array) Seaspray 7300E  buatan Leonardo, Italia. Kemudian sistem FLIR Star SAIRRE III berupa menara elektro-optik dan inframerah (EO/IR), serta perangkat dukungan elektronik (ESM) buatan Elettronica. 

RAS Sea Eagle milik AL Pakistan.

Sementara untuk sistem komando dan kontrolnya, Sea Eagle menerapkan rangkaian manajemen misi AeroMission yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman lainnya, Aerodata AG. AeroMission memiliki algoritma sensor fusion yang menawarkan kru Sea Eagle dengan kesadaran situasional yang tinggi.

Sea Eagle tak hanya mampu mendeteksi kapal permukaan saja, namun bisa digunakan untuk mencari keberadaan kapal selam atau berkemampuan perang anti-kapal selam (ASW). Untuk itu Sea Eagle dibekali sepasang torpedo ringan yang digantung di bagian depan rumah roda utama.

Sebagai tambahan informasi, Sea Eagle bukanlah pesawat berkemampuan ASW pertama yang dimiliki PN. Sebelumnya PN telah diperkuat dengan Breguet Atlantic sejak 1973, lalu Fokker 27 ASW pada 1982, dan Lockheed P-3C Orion pada 1996.

RAS 72 Sea Eagle
PN RAS 72 Sea Eagle milik AL Pakistan.

Selain Sea Eagle, pesawat ATR 72 lainnya yang ditampilkan dalam seremoni tersebut adalah versi angkut serbaguna. Selain digunakan untuk angkutan barang (kargo) pesawat juga digunakan untuk misi penerjunan pasukan khusus PN.

Selanjutnya juga diresmikan dua unit pesawat intai taktis tak berawak (TUAS) yaitu LUNA NG buatan EMT Penzberg, Jerman.

Drone dengan bobot terbang maksimun (MTOW) 110 kg ini dibekali sistem misi berupa synthetic aperture radar (SAR), signals intelligence (SIGINT), ESM, dan perangkat EO/IR.

LUNA NG memiliki durasi terbang selama 12 jam atau jangkauan operasional 100 km. 

LUNA NG drone
PN Drone LUNA NG buatan Jerman dioperasikan oleh AL Pakistan.

PN mengungkapkan, akan menggunakan LUNA NG untuk memantau anak-anak sungai dan wilayah sabuk pesisirnya.

Disebutkan pula PN akan mendapatkan drone intai serang (UCAV) Anka-S buatan Turkish Aerospace dari Turki.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *