MD-11 Terakhir yang Pernah Dibuat Ucapkan Selamat Perpisahan kepada Langit

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Siapa masih ingat pesawat jet komersial tiga mesin (trijet) McDonnell Douglas MD-11? Bahkan Garuda Indonesia pun pernah mengoperasikan enam unit pesawat ini pada kurun 1992-1998.

Meski tampak gagah, bahkan lebih gagah dari sang kakak DC-10, namun kendala yang dirasakan dari pesawat ini pada akhirnya adalah konsumsi bahan bakarnya yang lebih boros dibandingkan pesawat-pesawat bermesin ganda yang lebih efisien seperti B777 dan A330.

Ada yang mengatakan, MD-11 lahir di saat yang tidak tepat. Yaitu ketika peralihan dari pesawat bermesin empat atau tiga ke pesawat bermesin ganda baru dimulai.

Dibandingkan sang kakak yang sama-sama menggunakan tiga mesin, MD-11 hanya dibuat 200 unit saja. Jumlah ini kurang dari setengahnya bila dibandingkan produksi DC-10 pada 1968-1988 yang mencapai 446 unit.

Pesawat badan lebar untuk penerbangan komersial jarak menengah dan jarak jauh ini pun akhirnya lebih banyak dikonversi menjadi pesawat kargo (MD-11F).

MD-11 memiliki tubuh dan rentang sayap yang lebih panjang dibanding DC-10. Sayap MD-11 juga sudah dilengkapi dengan winglet. Sementara bagian ekornya berukuran lebih kecil dibandingkan DC-10.

MD-11 menggunakan material komposit yang lebih banyak. Di ruang pilot, pesawat juga sudah mengadopsi sistem glass cockpit sehingga pesawat ini tidak memerlukan lagi adanya flight engineer alias No FE. Sementara pada DC-10 masih diperlukan.

Secara berangsur, MD-11 pun akhirnya dipensiunkan dari jajaran armada penggunanya. KLM telah melakukannya pada 2014. Sementara Lufthansa akan memensiunkan seluruh armada MD-11 pada akhir tahun ini.

D-ALCN-Lufthansa-Cargo
Istimewa

Boeing yang mengakuisisi McDonnell Douglas pada saat bersamaan memang sudah menyiapkan juga pesawat pengganti MD-11 yaitu keluarga triple seven alias 777.

Adalah MD-11 terakhir yang pernah dibuat, yaitu MD-11F yang dioperasikan Lufthansa dengan registrasi D-ALCN, pada 27 November 2019 telah menuntaskan penerbangan terakhirnya. Untuk diketahui, pesawat ini dibuat pada 2001 (MSN 48806 LN:646) dan digunakan oleh Lufthansa kurang lebih selama 18,8 tahun.

Selain D-ALCN, Lufthansa menyatakan akan memensiunkan seluruh armada MD-11 nya pada akhir tahun ini. Lufthansa pernah mengoperasikan 19 MD-11 dan kini tersisa kurang lebih 10 unit MD-11F.

Prototipe pertama MD-11 terbang perdana pada 10 Januari 1990. Dihitung dari momen tersebut, awal tahun depan berarti keluarga MD-11 tepat berusia 30 tahun.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *