6th IFRC: Menyelamatkan Korban Terjepit di Mobil dalam 30 Menit

AIRSPACE-REVIEW (airspace-review.com) – Kecelakaan yang terjadi di jalan raya banyak macamnya. Salah satunya adalah tabrakan kendaraan atau kecelakaan yang menyebabkan pengemudi terjepit di dalam mobil.

Guna menyelamatkan jiwa pengemudi dan mengeluarkannya dari kabin mobil yang sudah ringsek, tim penyelamat dituntut bekerja dengan baik dan cepat. Tanpa pengetahuan dan keterampilan yang memadai, risiko tidak tertolongnya korban sangatlah besar.

Perusahaan-perusahaan tambang dan mineral di Indonesia, telah memiliki tim-tim yang dibentuk khusus guna menangani masalah ini. 

6TH IRFC
Roni Sontani

Seperti diketahui, kecelakaan kendaraan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Untuk itulah para rescuer dituntut senantiasa siaga dan sigap dalam melaksanakan tugasnya.

Ajang 6th Indonesian Fire and Rescue Competition yang diikuti 21 tim dari perusahaan tambang dan mineral di dalam negeri dan diselenggarakan di kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten pada 11-20 Oktober ini juga memperlombakan nomor Road Accident Rescue (RAR).

RAR_6th_IFRC_2
Roni Sontani

Pada nomor ini, masing-masing tim diberi waktu 30 menit untuk menyelamatkan pengemudi yang terkurung di dalam mobil yang sudah penyok batian atapnya.

Posisi mobil dalam keadaan miring, sementara pengemudi tertunduk sambil memegangi setir menahan rasa sakit karena kakinya terjepit.

Hanya tangannya yang masih bisa sedikit digerakkan sebagai tanda meminta pertolongan dan suara rintihan menahan sakit.

RAR-IRFC_6
Roni Sontani

Mendapat berita kecelakaan, tim rescuer yang terdiri dari delapan orang pun segera bergerak untuk memberikan pertolongan.

Sebelum melaksanakan tugasnya, mereka melaksanakan briefing cepat mengatur tugas. Tim dipimpin oleh seorang komandan yang bertugas mengendalikan proses pertolongan dan evakuasi.

Pengamatan langsung Airspace Review di lapangan, para tim penilai (assessor) hanya memberikan klu apa yang harus mereka kerjakan dan setelah tim siap perhitungan waktu pun mulai dilakukan.

Setiap tim hanya diberikan waktu tiga puluh menit untuk dapat menyelesaikan tugasnya.

IRFC_RAR_6
Roni Sontani

Yang dilakukan tim pertama kali adalah memeriksa peralatan pertolongan yang telah disediakan panitia lomba dan setelah itu tim mendekati mobil untuk memastikan posisi mobil aman atau tidak. 

Satu orang memeriksa bagian bawah mobil untuk memastikan ada tidaknya tetesan cairan seperti bensin, oli, dan lainnya. Hal ini penting karena mobil bisa saja terbakar dengan adanya ceceran cairan seperti bensin.

Satu orang lainnya mendekati korban untuk memastikan korban masih bisa diajak berkomunikasi atau tidak. Hal ini berguna bagi tim untuk mengetahui kondisi korban mengenai apa yang dialaminya. Entah terjepit, terluka, patah tulang, dan sebagainya.

Ternyata, tim rescuer juga menanyakan kepada korban mengenai identitas korban, seperti nama dan tempat tinggal. Saat korban masih bisa diajak berkomunikasi, korban diberikan ketenangan dengan diberitahu bahwa tim penolong sedang berusaha melakukan penyelamatan dan agar korban yakin bisa diselamatkan.

Satu orang lainnya langsung melakukan pengamanan di sekitar mobil agar massa tidak mendekat dan mengganggu proses pertolongan dan evakuasi. Sementara beberapa lainnya melakukan tindakan pengamanan agar mobil tidak terguling, seperti memasang ganjal atau alat-alat penopang.

Perlindungan terhadap korban dilakukan dengan beberapa cara sebelum bagian mobil ada yang dibongkar untuk memberikan jalan keluar bagi korban. Seperti memasang papang pengaman, menyelimuti bagian kepala korban, memasang penyangga leher dan sebagainya sesuai kondisi yang dialami korban.

Setelah dipastikan mobil yang miring dalam posisi aman, satu hingga dua bagian medik masuk ke dalam mobil melalui kaca bagian belakang mobil yang sudah pecah. 

Proses untuk mengeluarkan pengemudi pun lalu dicarikan caranya. Kendala muncul saat pintu mobil terkunci mati (tidak bisa dibuka) dan kursi jok pengemudi tidak bisa direbahkan lagi ke belakang.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri tindakan apa yang harus dilakukan tim rescuer dalam waktu 30 menit. Sementara pada tim lain sebelumnya, ada yang berhasil membuka pintu di samping pengemudi sehingga korban bisa lebih mudah dikeluarkan.

RAR-IFRC_STPI_1
Roni Sontani

Kepada Airspace Review salah seorang tim assessor menjelaskan, batasan waktu setengah jam diterapkan dalam kompetisi ini antara lain agar korban tidak terlalu lama berada di dalam kehimpitan.

Bila terlalu lama, tentu saja kemungkinan-kemungkinan lain bisa terjadi. Misalnya korban keburu tidak terselamatkan jiwanya.

Kompetisi berbeda dengan challenge, di mana dalam kompetisi waktu benar-benar dihitung. Tim yang sedang melaksanakan lomba pun tidak dapat dilihat oleh tim lain yang berada di tempat berbeda.

IRFC6
Roni Sontani

Dalam kompetisi kali ini ada tim yang bisa menyelesaikan tantangan dalam batasan yang waktu yang diberikan, namun ada juga tim yang masih kekurangan waktu. Hal itu jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi masing-masing tim.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *