KSAU Senegal Terbang dengan Prototipe Jet Latih L-39NG Buatan Ceko

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Republik Senegal Jenderal Joseph Mamadou Diop, terbang selama satu jam di pesawat prototipe L-39NG dengan pilot uji Vladimír Továrek dari pabrik Aero Vodochody, Ceko.

Ini merupakan penerbangan pertama L-39NG yang menyertakan pelanggannya duduk di kursi belakang pesawat.

L-39NG selain didesain sebagai jet latih lanjut, juga dirancang sebagai sebagai pesawat serang ringan.

Penerbangan yang dilaksanakan pada 6 Oktober 2019 ini, merupakan bagian dari rangkaian uji terbang L-39NG sejak September lalu.

Pesawat yang digunakan bernomor Nr. 7001 diterbangkan hampir setiap hari. Menjadi sejarah ketika pelanggan pertama L-39NG berani terbang menggunakan pesawat prototipe.

L-39NG
Aero

“Saya gembira berkesempatan untuk mencoba pesawat yang akan saya miliki. Ini pengalaman yang luar biasa. Pilot uji Vladimir menunjukkan kepada saya bagaimana kemampuan manuver pesawat ini sekaligus memperlihatkan keindahan alam Ceko dari ruang kokpit generasi terbaru,” ujar Diop usai penerbangan.

Untuk diketahui, Republik Senegal menjadi pelanggan pertama L-39NG. Negara di Afrika Barat ini membeli empat unit L-39NG buatan Aero Vodochody dengan konfigurasi serang ringan.

Sementara itu, Presiden dan CEO Aero Vodochody, Dieter John, menyatakan, pihaknya akan menyelesaikan uji terbang L-39NG paling lambat tahun depan untuk konfigurasi Latih Lanjut. Sementara untuk konfigurasi serang ringan dijadwalkan selesai pada 2021.

L-39NG
Aero

“Kami sangat yakin mengenai L-39NG. Proyek ini berjalan lancar di mana uji pesawat prototipe kedua, Nr. 7002, akan dilaksanakan mulai November mendatang,” ujarnya seperti diberitakan Aero.

Sementara pesawat prototipe ketiga, Nr. 7003 sedang dalam penyelesaian dan akan menjalani uji kelelahan.

Lalu Nr. 7004 yang akan menjadi pesawat seri pra-produksi, akan bergabung dengan 7001 dalam pengujian terbang setelah selesai pembuatannya.

L-39NG
Aero

L-39NG merupakan jet latih modern yang dikembangkan dari pendahulunya L-39 Albatros. Pesawat ditenagai satu mesin FJ44-4M turbofan buatan Williams International, Amerika Serikat.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *