21 Tim Siap Bertanding di Ajang 6th Indonesian Fire and Rescue Competition

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebanyak 21 tim Rescue and Fire Fighting dari sejumlah perusahaan pertambangan di dalam negeri, siap bertanding dalam ajang 6th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten pada 12-19 Oktober 2019.

Para peserta mulai berdatangan pada Jumat pekan ini. Sementara upacara pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu (12/10) pukul 16.00 di Lapangan Perwira Angkasa STPI. Menteri Perhubungan dan Dirjen Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM dijadwalkan hadir dalam acara pembukaan ini.

Ketua Dewan Director of Board (BOD) IFRC Lydia Herdiani dalam jumpa pers di STPI, Kamis (10/10/2019) menjelaskan, terdapat delapan nomor materi yang akan dilombakan dalam kompetisi ini, yaitu:

  1. Aircraft Rescue and Fire Fighting
  2. Water Rescue
  3. High Angle Rescue
  4. Structural Fire Fighting
  5. Road Accident Rescue
  6. Collapse Structure Search and Rescue
  7. Firefighter Combat Challenge
  8. Fire Fighter Competency Test

Masing-masing tim berjumlah delapan orang. Sementara untuk juri berasal dari dalam dan luar negeri.

6th IFRC
Rachmat Kartakusuma

“Untuk juri sebanyak 32 orang, terdiri dari 26 juri dari dalam negeri dan enam juri dari luar negeri, yaitu Australia, Amerika Serikat, Belanda, Afrika Selatan, dan Inggris,” ujarnya.

Lydia menyambut baik pelaksanaan 6th IFRC di STPI karena area pertandingan dan sarana/prasarana yang ada di Kampus STPI sangat memungkinkan dan lengkap.

“Dalam kompetisi kali ini malah ada satu materi baru yang dipertandingkan, yaitu Aircraft Rescue and Fire Fighting karena fasilitasnya ada di sini,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris BOD Irwan Hakim menambahkan, kompetisi yang dilaksanakan kali ini adalah yang ke-24 kali sejak 1995.

“Kami sudah melaksanakan 18 kali penyelenggaraan challenge dan 5 kali competition. Yang sekarang adalah kompetisi yang keenam,” ujarnya.

Baik kegiatan challenge mapun competition dari IFRC, dilaksanakan setiap tahun di tempat yang berbeda.

IFRC STPI
Rachmat Kartakusuma

Challenge berbeda dengan Competition. Kalau dalam Challenge biasanya kita laksanakan dua line sekaligus sehingga dua tim bisa beraksi bersama. Masing-masing bisa melihat tim lain dalam melakukan tugasnya. Tapi kalau dalam kompetisi, setiap tim tidak bisa melihat tim lainnya saat melaksanakan kegiatan. Tim yang tidak melaksanakan kegiatan akan dikarantina,” jelasnya.

Satu materi yang dilombakan, umumnya berdurasi 50 menit di mana masing-masing tim akan dinilai oleh tim juri dari sisi golden time pelaksanaan maupun teknis tindakan yang mereka laksanakan.

Sementara itu Ketua STPI Curug Capt. Novyanto Widadi, S.AP, MM sebagai tuan rumah 6th IFRC mengatakan kebanggaannya menjadi tuan rumah kompetisi ini. Menurutnya, semakin banyak orang yang memiliki kemampuan rescue and fire fighting akan semakin baik.

Ketua-STPI_6TH_IFRC
STPI

“Selain itu, tentu fasilitas sarana/prasarana dan laboratorium yang ada di STPI dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ini,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, STPI akan mewujudkan konsep Edu Aero Park dimana di kawasan Curug ini tidak hanya terdapat lembaga pendidikan vokasi penerbangan, namun juga dapat dikembangkan Aero Community Development (ACD) dan Aero Business Development (ABD).

Pertandingan semacam 6Th IFRC, lanjutnya, merupakan contoh dari dikembangkannya ACD di kawasan Edu Aero Park.

Roni Sontani

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *