Penerbangan Terakhir F/A-18C Hornet di Jajaran Dinas Aktif AL AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS – US Navy) melakukan penerbangan terakhir armada tempur F/A-18C Hornet dari dinas aktifnya. Farwell flight dilaksanakan di Naval Air Station Oceana, Virginia Beach, Virginia pada 2 Oktober lalu.

Pesawat dengan nomor 300 ini telah mengabdi sejak 14 Oktober 1988. Dan secara kebetulan, pilot yang melaksanakan penerbangan terakhir selama satu setengah jam pesawat ini adalah Letnan Andrew Jalani yang juga kelahiran 1988.

Pesawat ini bernaung di bawah Skadron Tempur Serang (VFA) 106 yang bermarkas di Cecil Field, Florida.

Sejak beberapa tahun terakhir, VFA-10 mulai mengurangi penggunaan F/A-18C/D Hornet dan menyumbangkan 50 armada ‘Lebah klasik’ ini kepada satuan USN Reserve dan Korps Marinir (USMC). Sebagian pesawat tetap akan dicadangkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan di masa depan.

F/A-18C
USN

AL AS sendiri telah menggunakan armada yang lebih besar yaitu F/A-18E/F Super Hornet sebagai pengganti Hornet.

Meski demikian, khusus untuk tim aerobatik Blue Angels masih menggunakan F/A-18C/D dan baru akan menggantinya dengan F/A-18E/F pada Desember 2021.

Korps Marinir AS berniat menggunakan F/A-18 Hornet hingga tahun 2030. Pada saat itu, jet siluman F-35B buatan Lockheed Martin secara resmi akan menggantikan Hornet di jajaran USMC.

F/A-18C
USN

Sejumlah negara lain masih menggunakan pesawat ini, sebut Flight Global. Di antaranya adalah Australia, Kanada, Finlandia, Kuwait, Malaysia, Spanyol, dan Swiss.

F/A-18 Hornet dibuat oleh McDonnell Douglas. Pabrik pesawat ini kemudian bergabung dengan Boeing pada 1997.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *