KJ-600 Perpanjangan Mata Udara Kapal Induk Terbaru China Type 002

AIRSPACE-REVIEW.com – China diketahui tengah mengembangkan kapal induk ketiga yang lebih besar dari dua pendahulunya yakni Type 001 Liaoning dan Type 001A Shandong.

Kapal induk yang didesainisasi sebagai Type 002 ini tak lagi mengandalkan peluncur pesawat menggunakan sistem ski jump. Tapi telah menggunakan sistem peluncuran elektromagnetik (EMaLS).

Sistim ini serupa dengan yang digunakan pada kapal induk super (super carrier) milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang populer dengan nama CATOBAR (catapult-assisted take-off but arrested recovery).

Salah satu kelebihan sistem EMaLS dibandingkan dengan versi ski  jump adalah mampu meluncurkan pesawat yang berukuran lebih besar dengan tenaga (power) yang tak besar.

KJ-600
Istimewa

Nah, salah satu pesawat yang akan mengisi dek kapal induk Type 002 tersebut adalah pesawat AEW&C bersayap tetap. Sementara pada kapal induk Type 001 dan 001A masih mengandalkan helikopter AEW jenis Z-18J Bat.

Dibandingkan versi helikopter, jenis pesawat sayap tetap memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, ketinggian terbang, jangkauan operasi, hingga muatan sistem misi yang lebih besar.

Ditengarai, China tengah mengembangkan pesawat AEW&C sekelas E-2 Hawkeye buatan Northrop Grumman dari AS. Pesawat yang dikenal sebagai KJ-600 ini akan mengisi peran perpanjangan penglihatan dan pengawasan dari udara.

KJ-600
Istimewa

Tanda-tanda pengembangan KJ-600 pertama kali terlihat saat beredarnya foto pesawat ini di dunia maya yang dilansir situs chinese-military-aviation.blogspot.com pada Januari 2017.

Mock-up KJ-600 terlihat bertengger di atas dek tiruan kapal induk Type 002 yang berlokasi di sebuah tempat di Wuhan, Provinsi Hubei. Tampak pula berjajar mock-up jet tempur J-15 Flying Shark dan heli angkut Z-8.

KJ-600 (kadang disebut H-600) dikembangkan bersama oleh pabrik pesawat Xian (XAC) bersama lembaga riset Institut 603. Pesawat dibuat berdasar pengalaman merancang demonstrator teknolgi JZY-01 AEW&C sebelumnya.

KJ-600
Chinese Military Aviation

Untuk mengoperasikan KJ-600 dibutuhkan 5-6 awak termasuk pilot, kopilot, dan beberapa personel untuk menjalankan sistem radar dan kontrol tempur.

KJ-600 dibekali dua mesin turboprop WJ-6C atau WJ-6E berdaya masing-masing 5.100 hp dengan baling-baling berbilah enam. Mesin ini telah digunakan pada pesawat angkut Y-9.

Adapun jenis radar yang dipilih digadang berupa active electronically scanned array (AESA) yang dipasang pada piringan berputar untuk memberikan cakupan pantauan 360 derajat penuh.

Pada Airshow China di Zhuhai, November 2018, Institut 14 (NRIET) atau grup elektronik China CETC mempresentasikan video radar AESA untuk pesawat AEW&C yang dinamai KLC-7 Silk Road Eye .

KJ-600
Chinese Military Aviation

Radar KLC-7 digadang mampu mendeteksi dan melacak target udara seperti pesawat terbang dan rudal jelajah yang terbang di beragam ketinggian termasuk meluncur rapat dengan permukaan tanah.

Radar KLC-7 juga dapat mendeteksi target laut (kapal permukaan) dan memberikan titik koordinat mereka dalam tiga dimensi.

Platform ini diperkirakan dapat melacak beberapa ratusan target secara bersamaan dan sekaligus memandu puluhan rudal udara ke udara untuk mencegat target yang ada.

Sampai saat ini informasi mengenai kondisi pengembangan terakhir KJ-600 sendiri masih ditutup rapat. Sama seperti halnya kapal pengembangan kapal induk Type 002 yang akan ditempatinya.

Dikabarkan, pembangunan kapal induk Type 002 telah dimulai pada Februari 2017. Sebanyak dua unit dibuat secara bersamaan oleh Dalian Shipyard dan Jiangnan Shipyard.

Sedikit informasi yang beredar mengenai kapal induk Type 002, diketahui kapal ini memiliki bobot mati sekira 85.000 ton. Yang artinya, lebih berat dibanding Type 001 di kisaran 70.000 ton.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *