Berlayar 96 Hari, Bima Suci Bawa 103 Taruna/Taruni AAL Praktik Navigasi ke Luar Negeri

AIRSPACE-REVIEW.com – Sejak kedatangannya dari Spanyol ke Indonesia pada 2017, KRI Bima Suci – 945 telah melaksanakan tiga kali kegiatan Kartika Jala Krida (KJK) Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL).

Dua kegiatan KJK sebelumnya adalah KJK 2017 dari Spanyol menuju Indonesia (sekaligus membawa KRI Bima Ruci dari galangan pembuatnya) dan KJK 2018 dari Indonesia hingga ke Vladivostok, Rusia dan kembali lagi ke Indonesia.

KJK tidak lain adalah praktik pelayaran navigasi, lingkaran besar, astronomi, dan implementasi pelajaran profesi dasar matra laut yang dilaksanakan para Taruna/ni AAL menggunakan kapal layar tiang tinggi pada keadaan sebenarnya.

KJK sekaligus merupakan kegiatan muhibah Taruna/ni AAL untuk memperkenalkan bangsa Indonesia kepada dunia internasional. Di sini dipromosikan budaya dan juga pariwisata Indonesia.

Oleh karenanya, dalam setiap kunjungannya di tempat-tempat yang disinggahi baik di dalam maupun luar negeri, para Taruna/ni AAL akan mempertunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia. Seperti melalui tarian atau kesenian yang mereka pertontonkan.

Dispenal

Bertempat di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya pada Senin 5 Agustus, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji melepas 103 Taruna/ni AAL Tingkat III Angkatan ke-66 yang akan melaksanakan kegiatan KJK 2019.

Para Taruna/ni AAL dengan KRI Bima Suci akan berlayar menuju beberapa negara di Asia hingga Australia. Kegiatan yang dipimpin oleh Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) ini akan berlayar selama 96 hari.

Adapun rute yang akan ditempuh adalah Surabaya – Manila (Philipina) – Osaka (Jepang) – Busan (Korea) – Shanghai (China) – Brunei Darussalam  – Lumut (Malaysia) – Phuket (Thailand) – Rangon (Myanmar) – Padang – Tanjung Benoa Bali – Darwin (Australia) – Surabaya.

KSAL menyatakan, salah satu pilar dalam mewujudkan kebijakan Poros Maritim Dunia adalah melalui Diplomasi Maritim.

Antara Foto
Tribunnews

“Untuk itu sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI AL merasa terpanggil untuk menyukseskan kebijakan pemerintah dalam wujud kegiatan Diplomacy for Indonesian Global Maritime Fulcrum Brotherhood bertajuk pelayaran KJK 2019 dengan KRI Bima Suci,” ujar KSAL.

Melalui kegiatan KJK, lanjut Siwi, mental kejuangan dan karakter prajurit matra laut dibentuk. Kegiatan ini memberikan wawasan para Taruna/ni AAL mengenai tempat-tempat yang disinggahi dan melaksanakan peran diplomasi TNI AL menuju World Class Navy & World Class Naval Academy.

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran pers yang diterima Airspace Review menerangkan, kegiatan KJK 2019 juga diikuti oleh 10 orang kadet dari negara lain. Yaitu lima kadet dari Malaysia dan lima kadet dari Australia.

Kompastv

Kadet dari Malaysia akan mengikuti pelayaran pada etape Brunei Darussalam hingga Lumut (Malaysia). sedangkan kadet dari Australia akan mengikuti kegiatan pada etape pelayaran dari Tanjung Benoa Bali hingga Darwin.

Roni Sontani

One Reply to “Berlayar 96 Hari, Bima Suci Bawa 103 Taruna/Taruni AAL Praktik Navigasi ke Luar Negeri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *