Intip Mohajer-6, Drone Intai Serang Terbaru Militer Iran

AIRSPACE-REVIEW.com – Angkatan Darat Iran (Iran Army Ground Force) pada 17 Juli 2019 telah menerima tiga drone Mohajer-6. Serah terima wahana tak berawak ini dihadiri langsung oleh Komandan Unit Drone AD Iran Brigjen Hasannejad.

Melansir pemberitaan armyrecognition.com (17/7) disebutkan, drone Mohajer-6 akan disebarkan di seluruh wilayah perbatasan Iran dengan negara tetangganya. Drone digunakan untuk mengawasi dan mengidentifikasi bahkan dapat menghancurkan obyek yang dianggap sebagai ancaman.

Mohajer-6 merupakan drone termutakhir dari keluarga pesawat tanpa awak taktis ringan Mohajer buatan Oods Aviation Industry Company (QAIC).

Generasi pertama Mohajer-1 mulai diperkenalkan tahun 1985 disusul Mohajer-2 pada 1990. Tahun 1999 lahir Mohajer-3 yang diikuti oleh Mohajer-4 pada 2003.

Seluruh keluarga drone Mohajer telah teruji dalam perang alias telah mendapat cap ‘battle proven’. Dimulai dari Perang Iran-Irak, Perang Suriah, Perang Libanon hingga Perang Yaman.

IRNA

Rancang bangun Mohajer mengadopsi sayap utama lurus memanjang. Wahana ini dibekali sebuah mesin piston model pusher yang diapit twin boom dan disatukan sirip horizontal.

Drone Mohajer diluncurkan menggunakan rel pneumatik dan mendarat dengan parasut. Khusus untuk Mohajer-4 telah dilengkap sistem pendarat model skid.

Tahun 2014 QAIC mulai mengembangkan versi baru Mohajer-6 (catatan, Mohajer-5 tidak ada). Berbeda dengan kakak-kakaknya, Mohajer-6 telah dilengkapi roda pendarat untuk meningkatkan kemampuan operasionalnya.

Kelebihan lain yang ditawarkan pada Mohajer-6 adalah kemampuannya umtuk beroperasi di segala cuaca. Selain itu Mohajer-6 juga telah dibekali dengan sepasang bom pintar yang dijuluki Qaem.

IRNA

Drone Mohajer-6 mulai resmi diproduksi pada akhir 2017. Sementara peluncurannya baru dilaksanakan pada 5 Februari 2018 yang kala itu dihadiri Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami.

Saat seremoni peluncuran, disebutkan  IGRC-Ground Force telah memesan 10 unit Mohajer-6 pada batch-1 lengkap dengan 100 bom pintar Qaem. Sementara IGRC-Navy juga turut mengorder sebanyak 30 unit Mohajer-6.

Mengenai spesifikasinya, Mohajer-6 memiliki panjang badan 5,6 m dan rentang sayap 10 m. Berat tinggal landas maksimum (MTOW) mencapai 400 kg. Sementara muatan bawaan untuk perangkat pengawasan multispektral dan persenjataan hingga 40 kg.

Untuk kinerjanya, Mohajer-6 berkecepatan terbang 200 km/jam dengan ketinggian terbang maksimum sekitar 5.500 m. Jangkauan operasinya sejauh 2.000 km atau endurance 24 jam.

Mohajer-4/IRNA

Mengikuti jejak langkah kakak-kakaknya, begitu berdinas drone Mohajer-6 langsung dilibatkan dalam perang untuk menguji kemampuannya.

Debut tempur Mohajer-6 dilaksanakan saat menghadapi kelompok teroris Jaish ul-Adl yang aktif di wilayah selatan Iran. Selanjutnya pada Juli 2019 Mohajer-6 digunakan melawan militan PJAK Kurdistan.

Pada 18 Juli 2019 Mohajer disebut-sebut sebagai drone yang dijatuhkan oleh kapal amfibi USS Boxer (LHD-4) milik AS di atas langit Selat Hormuz. Namun tak dijelaskan apakah drone naas tersebut dari versi Mohajer-4 atau Mohajer-6.

Penulis: Rangga Baswara Sawiyya

Editor: Ron Raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *