Rusia Tawarkan Lagi Su-35 kepada China, Indonesia Batal Beli?

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Rumor berkembang Indonesia batal membeli Su-35 dari Rusia. Di saat belum ada bantahan dari pemerintah Indonesia mengenai hal ini, muncul kabar terbaru Rusia menawarkan lagi jet Su-35 kepada China.

Sebelumnya, China telah menerima seluruh 24 unit Su-35 yang dibeli dari Rusia senilai 2,5 miliar dolar AS. Kontrak pembelian disepakati kedua belah pihak pada 2015 silam.

Pada Desember 2016, China menerima pengiriman pertama empat unit Su-35 dari Rusia. Pengiriman 10 unit berikutnya dilaksanakan pada Desember 2017. Sementara pengiriman kelompok terakhir Su-35 diterima China pada April lalu.

“Kami mengharapkan tanggapan dari China atas tawaran kami untuk membeli persenjataan modern dan peralatan militer yang diproduksi di Rusia, termasuk tambahan kelompok Su-35,” jelas Dinas Federal untuk Kerja Sama Teknik Militer seperti dikutip TASS di sela forum ARMY 2019 di Kubinka, luar kota Moskow, (27/6/2019).

Su-35 China
Fan Yishu Fan Yishu

Terkait jadi tidaknya pembelian Su-35 oleh Indonesia, memang banyak rumor berkembang.

Indonesia menandatangani kontrak pembelian 11 Su-35 (NATO: Flanker-E) dari Rusia pada Februari 2018. Hal ini berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak Kementerian Pertahanan RI.

Informasi dari sumber AR per hari ini menyebut, pembelian Su-35 dari Rusia tetap berlanjut. Plus dengan pembelian F-16 Viper dari Amerika Serikat.

Roni Sontani

5 Replies to “Rusia Tawarkan Lagi Su-35 kepada China, Indonesia Batal Beli?”

  1. Kalo sampai batal keterlaluan!!,ancaman dari utara dan selatan semakin nyata,tunggu apalagi,ancaman perang tidak dapat diprediksi sewaktu waktu meletus…bahkan saya yakin( mohon maaf )dari setiap pribadi prajurit TNI sendiri ada rasa inferior dan ketidak percayaan diri sendiri apabila tentara negara tetangga mempunyai alutsista lebih canggih dari apa yang TNI punya,walaupun pemerintah percaya pada kekuatan TNI…,perbaiki pula cadangan minyak kita untuk perang minimal untuk 30 hari…percuma alutisista ada tetapi bahan bakar tidak ada…malaysia saja lewat petronas sudah mempunyai cadangan minyak untuk berperang selama 30 hari

  2. Mohon kiranya pemangku kepentingan di negeri ini,kembalikan efek deteren yang dahulu dimiliki TNI pada zaman bung Karno,ancaman perang di depan mata. ..perkuat kembali postur TNI …jangan malah apa yang sudah jadi road map minimum essential force malah dikurangi…pertahanan rakyat semesta tidak akan mumpuni kalo tidak ada partisipasi pemerintah akan alutsista pertahanan mumpuni…saya yakin TNI pun akan semaikin percaya diri menghadapi ancaman dari luar dengan senjata terbaru…bukan senjata bekas peninggalan perang dunia,bekas pakai pula….maju terus TNI,dirgahayu Indonesiaku yang ke 74…merdeka!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *