Leonardo Falco Xplorer, Drone Intai Terbesar Garapan Italia

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Sukses di pasaran dengan produk drone intai taktis Falco (Hawk), membuat Leonardo makin agresif mengambangkan drone baru berkemampuan lebih tinggi.

Pada Paris Air Show (PAS) 2019 yang baru saja berlalu, Leonardo memperkenalkan untuk pertama kalinya keluarga baru drone ‘Falco’ yakni Falco EVO dan Falco Xplorer.

Secara tampilan Falco dan Falco EVO hampir serupa. Sedikit perbedaan terlihat pada hidung dan punggung Falco EVO yang terlihat menonjol untuk menempatkan perangkat misi.

Falco EVO sebenarnya terbang perdana tahun2009, namun varian dengan mesin anyar baru menjalani terbang perdana 2018 silam.

Namun yang cukup menarik perhatian selama PAS 2019 dan banyak diberitakan media online adalah Falco Xplorer. Dimensinya hampir dua kali lipat Falco, panjangnya 9 m, tingi 3,8 m  dan rentang sayap 18,5 m.

Secara keseluruhan tampilan Falco Xplorer malah menyerupai MQ-9 Reaper buatan AS dibanding dengan Falco dan Falco EVO.

Istimewa

Falco Xplorer  memiliki bobot terbang maksimum (MTOW) 1.300 kg dan ditenagai sebuah mesin pusher buatan Rotax.  Ketinggian terbangnya mencapai 30.000 kaki dengan durasi operasional hingga 24 jam.

Wahana ini dilengkapi perangkat komunikasi satelit. Hal ini pula yang menjadikan Falco Xplorer dapat terbang melampaui garis pandang (BLOS).

Muatan yang dibawa Falco Xplorer mencapai 250 kg. Perangkat misi yang dibawanya berupa radar apertur sintetis multimode Gabbiano T-80 yang dibuat Leonardo sendiri.

Lalu ada menara elektro-optik gyrostabil LEOSS dan rangkaian sinyal intelijen SAGE (ELINT) serta sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk penggunaan maritim.

Dalam laman resminya, Leonardocompany.com, disebutkan drone Falco Xplorer akan disertifikasi sesuai dengan standar NATO STANAG 4671. Hal ini berarti drone mendapatkan izin terbang di wilayah udara negara-negara anggota NATO.

Leonardo

Meski dalam PAS 2019 Leonardo hanya menampilkan mock-up ukuran penuh, sebuah purwarupa Falco Xplorer telah selesai dibangun.

Rencananya, Leonardo akan menguji drone ini untuk terbang perdana pada akhir Juni ini di Bandara Trapani, Italia.

Serangkaian uji coba akan berlangsung kurang dari setahun dan versi produksi Falco Xplorer dapat dibuat mulai 2020.

Leonardo

Saat ini lebih 50 unit drone Falco telah diproduksi oleh Leonardo dan digunakan di lima negara, yakni Libia, Yordania, Arab Saudi, Pakistan, dan Turkmenistan.

Sementara Falco Evo telah disewa oleh PBB pada 2013 untuk misi MONUSCO di Republik Kongo. Falco Evo juga disewa oleh Frontex Uni Eropa untuk program penelitian pengawasan maritim.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *