Angkatan Udara Israel Istirahatkan C-130 Karnaf dan dan Boeing 707 Re’em

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Angkatan Udara Israel (IAF) mengistirahatkan pesawat pengangkut kargo C-130 Hercules (dikenal sebagai Karnaf) dan pesawat tanker Boeing 707 Re’em.

Mengutip pemberitaan Times of Israel (20/6), keputusan diambil oleh pucuk pimpinan IAF terkait tidak baiknya perawatan yang dijalankan oleh pihak sipil terhadap pesawat ini.

Untuk diketahui, pada awal Januari 2019 lalu sebuah C-130 Karnaf tergelincir sejauh 100 meter dari ujung landasan Nevatim Air Base di bagian selatan Israel. Pesawat yang sedang menjalani uji mesin ini masuk ke dalam parit.

Musibah tersebut melukai dua personel sipil yang sedang melaksanakan tugasnya.

Dalam pemberitaan disebutkan, pemeliharaan C-130 Karnaf dan tanker Boeing 707 Re’em dilakukan oleh Israeli Aerospace Industries (IAI), bukan oleh IAF.

Untuk saat ini, kedua pesawat diistirahatkan dari kegiatan latihan rutin hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut. Meski demikian, pesawat masih akan digunakan untuk misi operasi.

Minggu ini, IAF telah menyelesaikan hasil penyelidikannya atas musibah yang terjadi pada C-130 Karnaf Januari lalu.

Disebutkan, terdapat kelalaian dari pihak yang melaksanakan perawatan dan pengujian mesin pesawat dan mereka salah dalam melakukan tindakan pada kondisi darurat.

Oren Rozen
C-130 IAF
IAF IAF

Tahun lalu Israel sebenarnya baru melaksanakan modifikasi dan peningkatan kemampuan armada C-130 Karnaf agar dapat digunakan hingga 10 tahun ke depan.

Komandan Skadron 131 “Kesatria Burung Kuning” Letkol A sebagaimana dikutip laman IDF/IAF menyatakan, modifikasi Karnaf menyangkut peningkatan struktur dan avionik pesawat.

Proses integrasi modifikasi telah dimulai pada pertengahan 2016 dan pada 2019 ini dilaksanakan inspeksi final. Setelah itu pesawat dinyatakan siap operasi penuh.

Israel mengoperasikan sejumlah C-130E/H Hercules dalam dua skadron angkut taktis yang kemudian dilebur menjadi satu skadron.

Salah satu misi C-130H Karnaf yang terkenal adalah saat digunakan untuk mendukung operasi pembebasan sandera oleh pasukan khusus Sayeret Matkal di Entebbe, Uganda tahun 1976.

Sebagai penerus Hercules, Israel kemudian membeli pesawat angkut baru dari Amerika Serikat. Tidak lain adalah C-130J-30 Super Hercules yang di IAF diberi nama Samson.

Sejak 2014, kurang lebih 7 Samson telah dioperasikan oleh IAF mendampingi Karnaf yang telah lebih 45 tahun mengabdi di IAF.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *