N250 Krincingwesi Segera Diboyong dari Bandung ke Museum Pusat TNI AU di Jogja

ANGKASAREVIEW.COM – Prototipe kedua pesawat N250-100 karya putra-putri bangsa Indonesia segera dipindahkan dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung ke tempat peristirahatan abadi di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta. Pesawat bernama Krincingwesi ini akan disimpan menjadi bukti sejarah bagi para generasi penerus.

Adalah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang meminta agar N250 disimpan di Muspusdirla dengan pertimbangan supaya lebih terawat dan bisa disaksikan oleh masyarakat umum setiap saat. Saat itu, Hadi Tjahjanto masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) sekaligus sebagai Komisaris Utama PTDI.

Kepala Muspusdirla Kolonel Sus Dede Nasrudin mengatakan hal itu kepada Angkasa Review di Yogyakarta. Ditambahkan, seiring dengan akan makin bertambahnya koleksi pesawat di Muspusdirla, maka lahan untuk menyimpan monumen pesawat di museum ini pun akan diperluas.

“Mungkin tempat parkir akan kita pindah. Fasilitas umumnya juga akan kita pindah. Diperluas lagi agar lebih bagus. Lalu nanti ada Memorial Park. Rencananya pesawat yang akan didatangkan dalam waktu dekat adalah helikopter Hughes 500D dan N250 dari PTDI,” ujar Dede, Sabtu (28/7/2018).

Untk N250 ini, lanjutnya, sudah disetujui dan kemungkinan besar yang akan disimpan di Muspusdirla adalah prototipe kedua N250-100 Krincingwesi. Untuk sobat AR ketahui, prototipe pertama N250-100 bernama Gatotkaca dan itulah N250 pertama yang diterbangkan pada 10 Agustus 1995 disaksikan Presiden Soeharto, Menristek/Dirut PTDI B.J Habibie, dan para pejabat lainnya serta disiarkan melalui TVRI. PTDI membuat dua prototipe N250.

Fery Setiawan

“(Pemindahan) ini idenya Pak Hadi, Panglima TNI waktu beliau menjabat sebagai Kasau dan Komisaris Utama PTDI. Rencana ini sudah direspons oleh PTDI. Terus Kasau sekarang Pak Yuyu, juga mendukung. Nah ini sekarang tinggal menunggu waktunya saja,” jelas Dede.

Untuk memindahkan N250 dari Bandung ke Yogyakarta, urai Dede, memang akan membutuhkan effort yang besar. Tapi tentunya tidak sebesar waktu membawa pesawat Hercules dulu. Pemindahan pesawat dari Bandung ke Yogyakarta melalui jalan darat, lanjutnya, rencananya akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun ini. Pesawat akan diurai beberapa bagian terlebih dahulu agar memudahkan pemindahan dan setelah sampai di Muspusdirla nanti dirakit lagi.

Berkaca dari pengalaman pemindahan pesawat C-130 Hercules dari Lanud Sulaiman, Bandung ke Yogyakarta, proses perjalanan darat mendapat antusiasme masyarakat yang ingin melihat. “Masyarakat sangat antusias. Sepanjang perjalanan dari Bandung hingga ke Yogyakarta mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” pungkas Dede.

(ERY/RON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *