Gara-Gara ‘Vaping’ di Kabin, Pesawat Air China Hampir Celaka

ANGKASAREVIEW.COM – Air China dikabarkan telah mencabut lisensi dua pilotnya setelah salah satu pilot kedapatan menggunakan rokok elektrik, atau biasa disebut Vaping, di kokpit. Aksi nekat pilot itu membuat pesawat melakukan pendaratan darurat.

Pesawat yang terbang dari Hong Kong ke Dalian itu harus turun lebih dari 6.500 meter (21.000 kaki) karena tekanan kabin yang tiba-tiba hilang. Para penyelidik mengatakan, tekanan udara yang turun secara drastis itu disebabkan karena salah satu pilot mengisap rokok elektrik.

Badan penerbangan sipil China mendenda maskapai penerbangan tersebut dan mengurangi jatah penerbangan pesawat dengan model Boeing 737 sebesar 10%.

Baca juga:
Jendela Kokpit Pesawat Milik Maskapai China Ini Lepas di Tengah Penerbangan
China Gelar Penerbangan Perdana Yaoying II

Pemerintah  juga memaksa Air China untuk melakukan peninjauan keamanan dalam internal perusahaan selama tiga bulan.

Drama di udara itu tersjadi ketika salah satu pilot yang sedang vaping mencoba untuk mematikan kipas agar asap rokoknya tidak mencapai kabin penumpang. Ternyata yang ia matikan adalah unit AC sehingga menyebabkan penurunan kadar oksigen kabin.

Tindakan itu spontan memicu keluarnya masker oksigen di kabin penumpang. Pesawat pun dipaksa turun dengan cepat.

Jika sebuah pesawat kehilangan tekanan kabin, pilot harus membawa pesawat ke ketinggian yang lebih rendah untuk menjaga awak dan penumpang tetap aman.

Setelah kru melihat bahwa AC telah dimatikan, mereka mengaktifkannya kembali dan membawa penerbangan kembali ke ketinggian normal.

Pesawat itu melanjutkan penerbangannya sesuai jadwal, dan tidak ada satu penumpang pun atau awak kabin yang terluka.

Selain dua pilot, ada seorang penerbang lagi di dalam kabin yang harus bertanggung jawab. Ia tidak terlibat dalam insiden itu namun telah dicabut izinnya selama enam bulan dan dilarang terbang oleh Air China selama dua tahun.

Peraturan penerbangan China melarang semua awak pesawat dan penumpang untuk merokok, termasuk dengan rokok elektrik, sejak tahun 2006 lalu. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *