Ini Konsep Jet Penumpang Hipersonik Masa Depan Buatan Boeing

ANGKASAREVIEW.COM – Boeing baru saja merilis sebuah konsep pesawat penumpang hipersonik rancangannya dalam acara di konferensi American Institute of Aeronautics & Astronautics yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat pada 26 Juni 2018.

Citra konsep menggambarkan pesawat penumpang sipil yang mampu melakukan perjalanan udara lebih dari lima kali kecepatan suara.

Desain badan pesawat terlihat ramping dengan hidung runcing bak jarum yang dimaksudkan untuk meminimalkan ledakan sonic boom. Pesawat mengadopsi sayap model delta besar memanjang kebelakang dilengkapi sepasang sirip tegak.

Pesawat yang belum mendapatkan julukan resmi ini akan ditenagai sepasang mesin turboramjet yang mampu melarikan pesawat hingga lima kali kecepatan suara atau 5 mach (6.100 km/jam).

Boeing tak merilis spesifikasi detail dan berapa awak yang akan dibawanya, namun dinyatakan pesawat bisa memiliki pengunaan komersial dan peran militer.

BACA  Segera Beralih Penuh ke A220-300, airBaltic: Selamat Tinggal B737!

Info Militer: Inikah Pesawat Siluman Masa Depan China?

Diperkirakan, pesawat konsep hipersonik ini baru akan tersedia 20 hingga 30 tahun ke depan sejalan dengan tersedianya teknologi terkait seperti material kulit pesawat yang terbuat dari bahan ringan dan kuat (seperti titanium) dan harus tahan panas hingga suhu 600 derajat Celcius.

Juga terkait dengan ketersedian mesin dan sistem pendinginnya. Salah satunya adalah penggunaan metana cair yang berfungsi ganda yakni sebagai bahan bakar sekaligus sebagai pendingin. Begitu juga dengan teknologi anti kebisingan (polusi suara) yang dihasilkan saat menembus kecepatan suara.

Bila pesawat ini benar-benar terwujud, maka akan mempersingkat perjalanan via udara secara signifikan. Sebagai contoh jarak Los Angeles ke Tokyo hanya 3 jam atau New York ke London cukup 2 jam saja. Bandingkan dengan pesawat penumpang konvensional yang membutuhkan waktu hingga 11 jam dan 7 jam pada tujuan yang sama.

BACA  Tur Asia Tenggara, Giliran Kamboja Disambangi Duo Heli Mi-171A2 dan Ansat

Untuk efisensi dan masalah keamanan, pesawat akan terbang jelajah 5 mach pada ketinggian hingga 29.000 meter di udara yang tipis. Artinya, lebih tinggi 9.000 meter dibanding pesawat penumpang supersonik legendaris Concorde yang terbang pada kecepatan jelajah 2 mach (2.158 km/jam).

Satu hal yang dapat dipastikan, biaya kecepatan ini akan ditanggung mahal oleh para penumpangnya. Apalagi kapasitas muatnya yang terbatas diperkirakan hanya setengah dari penumpang Concorde yang mencapai 90-120 penumpang.

X-43A/NASA

Informasi tambahan bagi para sahabat Angkasa Review, dalam pengembangan teknologi pesawat hipersonik, Boeing merupakan salah satu perusahaan terdepan. Boeing telah merintisnya selama lebih enam dekade silam. Mulai tahun 1956 pabrikan pesawat ini telah merancang, mengembangkan, hingga menerbangkan wahana eksperimental berawak. Tahun 1959 pesawat bermesin roket Boeing (North American) X-15 mampu menembus kecepatan 7.274 km/jam.

BACA  Enyahkan F-35B, Taiwan Akhirnya Pilih Beli 72 F-16V

Boeing juga menghasilkan pesawat kecepatan hipersonik tanpa awak X-43 yang dikembangkan bersama NASA. Pesawat ini mampu melejit hingga 9,6 mach pada tahun 2004 dan X-51 Waverider yang terbang dengan kecepatan 5 mach lebih pada 2015. Kedua wahana tanpa awak ini diluncurkan dari pesawat pembom B-52 yang digantung di bawah sayapnya.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *