Tunggu Referendum 2020, Swiss Belum Bisa Putuskan Beli Penempur Baru

ANGKASAREVIEW.COM – Swiss sudah lama ingin mengganti armada penempur F-5 milik Angkatan Udara mereka. Namun, hal itu terkendala dengan keputusan rakyatnya apakah menghendaki pembelian pesawat baru atau tidak.

Angkatan Udara Swiss saat ini masih memiliki 53 F-5E/F Tiger II (dari pembelian 110 unit tahun 1978) dan hanya 26 unit di antaranya yang masih dapat terbang. Itu pun dengan batasan tertentu, misalnya pesawat hanya bisa terbang di siang hari saja dengan kondisi cuaca yang baik.

Empat tahun lalu pada 2014, referendum rakyat Swiss membatalkan rencana pembelian 22 Gripen E dari Swedia untuk menggantikan F-5. Padahal, rencana itu telah diumumkan Pemerintah Swiss tahun 2011.

BACA  Insiden Tenggelamnya M113A1 Kostrad Jadi Pembelajaran Penting TNI AD

Swiss memang terbiasa melaksanakan referendum dalam hal pembelian alat peralatan pertahanan dan kemananan termasuk sistem persenjataan. Tahun 1993 misalnya, rakyat Swiss menyetujui pembelian pesawat tempur F/A-18C/D. Sebanyak 30 unit penempur buatan McDonnell Douglas (kini Boeing) itu masih dapat digunakan AU Swiss hingga tahun 2030.

November tahun lalu, Pemerintah Swiss telah mengajukan rencana “Air 2030” yakni program pembelian pesawat tempur penerus F-5E/F dan F/A-18C/D serta sistem pertahanan udara berbasis darat. Nilai anggarannya mencapai 8,4 miliar dolar AS. Namun, pengajuan terebut belum mendapatkan persetujuan pihak parlemen.

Rencananya pembahasan di parlemen baru akan dilaksanakan tahun depan sebelum pelaksanaan referendum rakyat pada 2020. Bedanya, kali ini pemerintah tidak akan menyertakan merk dagang penempur untuk dipilih oleh rakyat. Yang akan direferendum adalah, apakah rakyat menghendaki pembelian pesawat tempur baru atau tidak.

BACA  AD AS Kucurkan Dana 714 Juta USD, 174 Tank M1A1 Abrams Bakal "Naik Kelas"

Bila rencana tersebut berjalan lancar, diharapkan kontrak pembelian pesawat tempur baru bisa dilakukan tahun 2022 dan pengiriman pesawat pesanan bisa dilaksanakan pada kurun 2025-2030.

Mengetahui rencana tersebut, sejumlah pabrikan kembali berancang-ancang menawarkan produknya. Termasuk Saab dengan Gripen E, Dassault dengan Rafale, Eurofighter dengan Typhoon, Boeing dengan Super Hornet, dan Lockheed Martin dengan Lightning II. (RON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *