Wanita Ini Bermimpi Jadi Pilot Galaxy

ANGKASAREVIEW.COM – Rohaise Firth-Butterfield sudah sejak kecil bermimpi menjadi pilot. Tapi bukan pilot maskapai biasa tujuannya, melainkan pilot militer.

Setelah mendapatkan lisensi Private Pilot di sebuah sekolah pilot di Texas, AS, Firth-Butterfield menentukan mimpinya secara spesifik, yaitu menerbangkan menerbangkan pesawat angkut C-5 Galaxy.

Dia mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Skadron Angkut Cadangan ke-68 yang berbasis di Pangkalan San Antonio di Lackland, Texas.

Baca juga:
Mengenal Latihan Tempur Udara F-5 TNI AU di Eranya
India Cetak Pilot Tempur Wanita yang Pertama

USAF pun menerimanya dengan tangan terbuka dan bulan ini dia mulai berlatih menerbangkan pesawat latih lanjut Raytheon T-6 Texan II.

Saat latihan dengan pesawat ini, Firth juga amat semangat manakala instrukturnya mengajarinya soal aerobatik dan terbang formasi. Ia mengaku, sejak kecil penasaran dengan aerobatik dan saat ini menjajalnya sendiri.

Skadron Angkut ke-68 USAF memiliki tugas yang rumit dan amat sibuk. Mereka memasok unit tempur, memberikan bantuan kemanusiaan, hingga melakukan evakuasi pasukan dan warga sipil setelah bencana alam.

“Sebenarnya C-5 hanyalah sebuah pesawat besar hasil rekayasa teknik aeronautika. Tapi saya sangat menyukai kenyataan bahwa kami secara langsung membantu orang di lapangan. Mereka bertugas pada misi kemanusiaan dan  dan saya benar-benar merasa berguna dalam hal itu,” kata Firth-Butterfield.

Firth mengaku, kakeknya juga bertugas di lingkungan militer AS, satu di Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan satu lagi di Angkatan Darat. Dia baru tahu jika salah satu kakeknya adalah seorang pilot persis sebelum Firth menkalani pelatihannya.

“Ibu saya tidak tahu bahwa ayahnya adalah seorang pilot,” katanya sambil melanjutkan jika keluarganya baru tahu jika sang kakek seorang pilot militer ketika Firth menemukan buku catatan pribadi kakeknya. “Kami semua tercengang,” akunya.

Firth merupakan salah satu siswa sekolah pilot di Texas Central College, sebuah perguruan tinggi yang juga menawarkan pelatihan penerbangan. Dia kemudian pindah ke Texas University untuk mendapatkan gelar sarjana ilmu penerbangan.

Sebagai calon tentara cadangan, ia wajib untuk menghadiri latihan di akhir pekan. Kesatuannya akan memberitahu tiap anggota cadangan jika ada penugasan sebulan sebelum hari keberangkatannya.

Untuk bergabung dengan USAF, Firth harus menjalani tahap wawancara layaknya wawancara kerja.

“Wawancara itu tidak terasa seperti wawancara kerja. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka hanya memastikan saya akan cocok dengan mereka. Jadi saya bisa menjadi diri sendiri,” ungkapnya.

Jika Firth mampu lolos dalam pelatihan lanjutan  ini, maka ia akan menjadi satu dari sedikit wanita yang akan menerbangkan pesawat kelas berat C-5 Galaxy. Sejak pertama kali mengudara pada dekade 1980-an, tak sampai 10 wanita menjadi pilot Galaxy(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *