Kepala LAPAN: Satelit China Bisa Jatuh di Indonesia

ANGKASAREVIEW.COM – Satelit buatan China yang diberi nama Tiangong 1 diprediksi akan menghujam Bumi dalam waktu dekat. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan, ada kemungkinan satelit berbobot 8,5 ton itu jatuh di wilayah Indonesia.

Namun demikian, Kepala LAPAN Thomas Djamaludin dalam blog pribadinya mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, satelit tersebut tidak akan jatuh dalam keadaan utuh seperti saat ia berangkat ke luar angkasa.

“Satelit biasanya akan terbakar dan pecah saat masuk atmosfer Bumi,” ujarnya, Senin (19/3/2018).

Baca juga:
Tangkal China dan Pakistan, AU India Sebut Rudal Hanud S-400 Prioritas Utama
China Rancang Model Pesawat Hipersonik, Beijing-New York Cuma 2 Jam

Menurutnya, setelah terbakar dan pecah menjadi bagian-bagian kecil, satelit biasanya akan menyebar dengan jarak hingga ratusan kilometer. Sehingga, sangat kecil kemungkinan semua bagian satelit jatuh di Indonesia.

BACA  Antarkan alat kesehatan, An-124 Rusia mendarat di Bandara JFK

Menurut Thomas, yang perlu diwaspadai justru bukan soal bagian satelit yang menghantam Bumi, melainkan kandungan gas beracun yang berasal dari sisa-sisa bahan bakar roket Hydrazine.

Walaupun jatuh di wilayah Indonesia, namun biasanya sampah antariksa itu telah dihitung dengan seksama sehingga jatuhnya di wilayah perairan atau di tempat-tempat yang tidak berpenghuni.

Thomas mengimbau, jika masyarakat melihat benda asing jatuh dari langit agar tidak menyentuhnya. Satelit China tersebut diprediksi akan kembali ke Bumi pada kisaran bulan April 2018 mendatang.

“Sebaiknya langsung laporkan saja kepada aparat setempat untuk diteruskan ke LAPAN. Nanti akan dikirim Tim evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahayanya,” tambahnya.

BACA  BMW sediakan 350 sedan VIP untuk para tamu Singapore Airshow 2020

Satelit Tiangong 1 yang telah diluncurkan sejak 29 September 2011 itu memiliki orbit yang berjarak 350 km dari daratan Bumi. Pada tahun 2013 hingga 2013, China juga pernah mencoba menempatkan astronot mereka di satelit tersebut. (IAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *