US Army Uji Misil Pandu Terbaru dari Helikopter Apache

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) sedang menguji sebuah misil untuk disematkan di helikopter yang akan menggantikan misil Hellfire. Misil penggantinya tersebut adalah misil JAGM (Joint Air-to-Ground Missile).

Misil JAGM mengkombinasikan kemampuan laser aktif pandu misil Hellfire dengan MWR (millimeter wave radar) pandu.

Salah satu kelemahan penggunaan misil yang memiliki laser aktif pandu adalah laser bisa saja terganggu dengan adanya kabut, asap, salju atau hujan ringan, sehingga menyebabkan jalur penerbangan misil akan terhambat ke sasaran. Kombinasi dengan MWR membuat misil baru ini dapat dioperasikan secara virtual hampir disegala macam cuaca dan masih tetap dapat menghajar target musuh dengan akurat.

BACA  Memukau! Tampil 18 Manuver di Singapore Airshow 2018, Ini 3 Manuver Beda JAT

“Menggunakan misil (semi-aktif laser), enam detik terakhir saat misil meluncur merupakan saat yang paling kritis untuk menjaga laser pembidik agar tetap pada sasaran,” ujar sang pilot dalam keterangan resmi yang dikeluarkan US Army.

Baca Juga:

Diangkut Pakai C-17 Globemaster III, Begini Penampakan Heli Apache TNI AD

RSAF Tingkatkan Kapabilitas Heli Serang AH-64D Apache Longbow

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika menembak misil pandu biasa dan garis bidik target terganggu, misil akan meleset dari target. Sementara misil JGAM dalam pengoperasian awalnya dapat menggunakan laser pandu, lalu dapat ditransisikan ke porsi radar dan masih tetap menghancurkan target lawan meskipun pilot melakukan gerakan mengelak.

BACA  Enam MiG-31BM saling geber latihan tempur jarak dekat di stratosfer

Pengujian misil JAGM berlangsung di Yuma Proving Ground, Arizona. Misil ditembakkan dari helikopter serang ringan AH-64D Apache US Army dengan UAV (unmanned aerial vehicle) sebagai targetnya.

“Begitu Anda meluncurkan misil dan dihadapkan dengan asap, debu atau kabut, misil laser reguler akan kehilangan target. Dengan JAGM, Saya memiliki jaminan yang cukup baik bahwa saya akan menghancurkan target bahkan hanya dengan satu misil bukan dengan beberapa tembakan misil,” terang Al Maes, Penasihat Teknis Persenjataan Penerbangan Angkatan Darat. (ERY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *