AIRSPACE REVIEW – Rusia mulai aktif menawarkan versi ekspor drone intai bersenjata Forpost-RE, dengan menampilkan video promosi di Dubai Airshow 2025.
Drone tersebut dikembangkan berdasarkan lisensi dari IAI Searcher Mk II dari Israel dan diproduksi oleh Pabrik Penerbangan Sipil Ural (UZGA) Rusia.
Perusahaan mengatakan, drone tersebut sepenuhnya dilokalkan dengan menggunakan komponen dalam negeri Rusia dan bebas dari pembatasan sanksi Barat.
Model ekspornya dipasarkan sebagai drone multiperan yang sanggup beroperasi di berbagai kondisi iklim dan geografis, pada suhu dari -40°C hingga +50 Celcius.
Forpost-RE dapat melaksanakan pengawasan udara berkelanjutan terhadap target darat atau laut serta mengirimkan bom dan roket berpemandu maupun tak berpemandu.
Drone dapat lepas landas dan mendarat secara otonom, menggunakan radiasi laser dan pemantauan video landasan pacu, termasuk saat tidak ada sinyal dari sistem navigasi satelit global.
UZGA menyatakan bahwa varian ekspor ini telah mendapatkan peningkatan (upgrade), menerima muatan baru yang memperluas jangkauan aplikasinya.
Promosi ekspor ini juga memanfaatkan rekam jejak pesawat dalam konflik aktif, sebuah nilai jual yang ditonjolkan oleh produsen dalam pesannya.
Drone Forpost-R telah teruji dalam peperangan, di mana drone ini digunakan oleh pasukan Rusia untuk misi pengintaian dan penyerangan di Ukraina dan di Suriah. (RBS)

