China berhasil menguji terbang R6000, drone kargo tiltrotor pertama di dunia

Rotor R6000

AIRSPACE REVIEW – United Aircraft Group (UAG) dari China berhasil melaksanakan uji terbang pertama dari drone tiltrotor berukuran besar R6000 yang dikembangkan secara lokal.

Video yang dirilis UAG menunjukkan drone tersebut melakukan hover (melayang di tempat) dalam posisi tertambat.

Keberhasilan penebangan perdana R6000 ini, membawa China ke ceruk yang sebelumnya didominasi oleh program tiltrotor Barat, diwakili oleh Amerika Serikat dan Italia.

R6000 menggabungkan fleksibilitas tinggal landas dan mendarat seperti helikopter dengan kecepatan dan jangkauan terbang seperti pesawat turboprop sayap tetap.

Selain untuk memenuhi kebutuhan militer, drone dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 6 ton ini juga sebagai solusi sipil untuk misi kargo, penumpang, dan darurat.

R6000, juga dikenal sebagai Lanying atau Zhang Ying ini dikembangkan oleh UAG di Wuhu Aviation Industrial Park di provinsi Anhui.

UAG mulai meluncurkan program R6000 pada November 2022. Prototipe R6000 pertama diluncurkan dari jalur produksi Wuhu pada September 2024 dan segera dipamerkan di Singapore Airshow dan Airshow China pada 2024.

Berdasarkan spesifikasi yang dirilis perusahaan, R6000 memiliki kapasitas muatan hingga 2.000 kg atau tempat duduk untuk sekitar 7–10 untuk versi pesawat penumpang.

Pesawat dapat meluncur dengan kecepatan jelajah mendekati 550 km/jam, ketinggian terbang hingga 7.620 m, dan jangkauan sekitar 4.000 km.

Performa tersebut menempatkan R6000 jauh di atas helikopter nirawak dan drone multikopter pada umumnya.

UAG menghadirkan pesawat ini sebagai platform modular yang dapat dikonfigurasi untuk pengangkutan barang otonom, antar jemput penumpang, dukungan lepas pantai, dan tanggap darurat.

Dengan keberhasilan hovering ini, akan dilanjutkan untuk melakukan penerbangan maju dalam beberapa waktu ke depan. UAG sendiri menargetkan periode sertifikasi penuh R6000 sekitar tahun 2027.

Saat ini R6000 tercatat sebagai drone kargo tiltrotor pertama yang ada. Sementara versi militer berawak telah hadir Bell-Boeing V-22 Osprey dan Bell V-280 Valor dari Amerika Serikat, serta AW609 versi penumpang sipil dari Leonardo Italia. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *