Iran tawarkan drone intai serang Shahed-149 yang dinamai Gaza untuk serangan presisi jarak jauh

Shahed-149Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Iran secara resmi menawarkan ekspor drone intai serang buatan dalam negeri Shahed-149 yang diberi nama Gaza.

Drone ini ditawarkan kepada mitra-mitra pelanggan, khususnya negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah.

Drone ini, kata Iran, bisa menjadi alternatif bagi negara yang kesulitan mendapatkan drone serang dari Amerika Serikat atau menjadi pesaing bagi drone buatan China atau Turkiye.

Promosi drone Shahed-149 dilakukan setelah adanya rekaman terbaru dari latihan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang sukses melakukan serangan presisi dan menggambarkan platform tersebut sebagai siap tempur.

Shahed-149 dirancang untuk misi serangan presisi jarak jauh dan pengawasan berkelanjutan. Drone sanggup mengudara hingga 35 jam dengan radius operasi sekitar 2.500 mil.

Pada sayap drone masing-masing tersedia empat gantungan senjata eksternal yang dapat membawa amunisi berpemandu presisi Sadid-345.

Industri Iran menargetkan Gaza pada segmen drone bersenjata (UCAV) kelas menengah atau MALE (Medium Altitude Long Endurance).

Di kelasnya, Gaza akan bersaing langsung dengan MQ-9 Reaper Amerika Serikat, Wing Loong dan CH-4 Rainbow China, dan Bayraktar TB2 dan Anka-S Turkiye.

Bagi pelanggan ekspor, Iran tidak memberlakukan syarat yang rumit. Drone ini juga ditawarkan dengan biaya yang bersaing dan kemudahan operasional dan perawatan menjadi pilihan menarik.

Iran menjanjikan pengiriman cepat bagi negara-negara yang membutuhkannya dengan cepat pula.

Drone Gaza dapat diandalkan untuk melaksanakan misi ISR, patroli keamanan wilayah perbatasan, patroli maritim, hingga kontra pemberontakan. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *