DGA memesan lima pesawat Albatros dari Dassault untuk Angkatan Laut Prancis, total menjadi 12 unit

Falcon 2000 AlbatrosDassault Aviation

AIRSPACE REVIEW – Badan Persenjataan Prancis (DGA) memesan tambahan lima pesawat pengintai dan intervensi maritim Dassault Falcon LXS Albatros dari Dassault Aviation pada 1 Oktober 2025.

Pemesanan ini melengkapi kontrak untuk pengadaan 12 pesawat Albatros di mana tujuh unit sebelumnya telah dibeli pada Desember 2020.

Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk memperbarui dan memperkuat Divisi Penerbangan Angkatan Laut Prancis dalam hal pertahanan maritim wilayah dan tindakan negara di laut.

Komponen militer khusus ini telah terbukti lebih signifikan dalam beberapa minggu terakhir setelah pelanggaran wilayah udara Estonia, di mana tiga jet Mig-31 Foxhound Rusia terbang di atas Pulau Vaindloo dalam aksi terbang selama 12 menit pada 19 September.

Dalam peran serupa, pesawat CAEW Italia, yang dikerahkan ke Pangkalan Udara Ämari Estonia, memberikan informasi intelijen waktu nyata tentang masuknya sejumlah drone ke wilayah udara Polandia pada malam 9-10 September.

Sebanyak 12 pesawat Albatros milik Prancis akan menggantikan delapan pesawat Falcon 50 M dan lima pesawat Falcon 200 Guardian, yang masing-masing berpangkalan di Morbihan dan Pasifik.

Sementara itu, armada Albatros akan menjalankan misi pengawasan dan perlindungan, serta mendukung masyarakat jika terjadi bencana alam. Pesawat ini memiliki jangkauan sepuluh hingga 30% lebih luas daripada armada yang ada.

Unit-unit baru tersebut dilengkapi dengan kemampuan komunikasi satelit, detektor suar pencarian dan penyelamatan, sistem pelepasan sekoci penyelamat, dan penanda asap untuk misi penyelamatan di laut.

Sensor utama, yaitu radar pengawasan maritim array aktif (AESA) Thales SearchMaster X-band dan pod optronik Safran Euroflir 410, dikelola oleh sistem misi yang dikembangkan oleh Naval Group.

Albatros pertama kali melakukan penerbangan perdananya pada Januari 2025 dan saat ini sedang menjalani uji coba dan sertifikasi penerbangan.

Uji penerbangan dilakukan dengan kontribusi dari Pusat Uji Terbang DGA di lokasi Istres. Diharapkan, kemampuan operasional awal pesawat dapat dicapai pada akhir tahun 2026. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *