WestJet dari Kanada memesan 96 pesawat jet komersial Boeing
WestJet AIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan dari Kanada, WestJet, pada 3 September 2025 melakukan pemesanan 96 unit pesawat jet komersial dari Boeing. Ini adalah pesanan terbesar WestJet dalam sejarahnya.
Kontrak yang ditandatangani meliputi akuisisi 60 unit Boeing 737-10 MAX, serta opsi untuk 25 unit tambahan. Kemudian tujuh unit Boeing 787-9 Dreamliner dengan opsi untuk empat unit tambahan.
Pengiriman pesawat dijadwalkan akan dilakukan hingga tahun 2034, sejalan dengan rencana modernisasi dan perluasan armada perusahaan.
Dengan pengumuman ini, WestJet kini memiliki buku pesanan tetap sebanyak 123 pesawat, ditambah 40 opsi tambahan.
Pesasnan tersebut menjadikan WestJet sebagai maskapai penerbangan Kanada dengan antrean pesawat terbesar.
Armada WestJet saat ini terdiri dari 193 pesawat, termasuk 147 Boeing 737, tujuh 787-9 Dreamliner, dan 39 pesawat turboprop De Havilland Q400. Usia rata-rata pesawat sekitar sepuluh tahun.
CEO WestJet Alexis von Hoensbroech menyatakan, pesanan ini menandai lompatan strategis perusahaan.
“Dengan kedatangan pesawat baru ini, kami akan menggandakan armada Dreamliner kami, memperluas konektivitas internasional, dan memperkuat komitmen kami untuk menawarkan perjalanan yang terjangkau dan nyaman bagi seluruh warga Kanada, dari pantai ke pantai,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa model baru yang lebih efisien dan modern akan memungkinkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon yang signifikan.
Sementara Stephanie Pope, Presiden Divisi Pesawat Komersial Boeing, menekankan bahwa ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan hampir 30 tahun antara kedua perusahaan.
“Kami merasa terhormat atas kepercayaan yang kembali diberikan WestJet. Pesanan yang memecahkan rekor ini memastikan perusahaan memiliki armada yang efisien dan berkelanjutan yang siap berkembang selama beberapa dekade mendatang,” ujarnya.
Boeing 737-10 MAX, versi terbesar dari keluarga MAX, menawarkan penghematan bahan bakar sekitar 20% dibandingkan generasi sebelumnya dan mengurangi biaya perawatan hingga 14%, sekaligus menawarkan kabin yang lebih nyaman dengan standar Sky Interior.
Boeing 787-9 Dreamliner dianggap sebagai salah satu pesawat paling efisien untuk rute jarak jauh, sehingga meningkatkan daya saing WestJet di pasar internasional.
Strategi maskapai Kanada ini tidak terbatas pada akuisisi pesawat baru. Pada tahun 2025, WestJet juga mengumumkan, bekerja sama dengan Lufthansa Technik, pembangunan pusat perawatan mesin di Bandara Calgary, yang khusus menangani Leap-1B, mesin yang digunakan untuk menggerakkan keluarga 737 MAX.
Proyek tersebut memperkuat ambisi kota untuk mengubahnya menjadi pusat penerbangan Amerika Utara.
Pesanan ini juga merupakan kelanjutan dari investasi sebelumnya. Pada tahun 2022, WestJet telah menandatangani pesanan untuk 42 pesawat 737-10 MAX, dengan opsi untuk 22 pesawat lagi, dan pada tahun 2024.
WestJet memperluas armadanya untuk sementara dengan menyewa pesawat tambahan dari perusahaan seperti BOC Aviation dan Avolon. (RNS)

