AIRSPACE REVIEW – Sistem perang elektronik (EW) Rusia, Murmansk-BN, di Kaliningrad dilaporkan telah mengganggu penerbangan dan kapal-kapal Baltik sejak tahun 2022
Peneliti dari Polandia dan Jerman mengumpulkan bukti aktivitas perang elektronik Rusia di wilayah Laut Baltik tersebut.
Dikatakan, sistem tersebut telah mengganggu lalu lintas udara dan maritim sipil dengan cara mengganggu sistem navigasi satelit dan dengan memalsukan koordinatnya.
Operasi Rusia yang mengganggu ini telah terdeteksi secara berkala di kota-kota dan negara-negara yang berbatasan dengan Laut Baltik, terutama di Estonia dan Polandia, kata laporan tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir, ribuan pesawat dan kapal telah terpengaruh. Beberapa terpaksa membatalkan penerbangan, dan dalam kasus-kasus tertentu bahkan seluruh bandara harus ditutup sementara.
Dengan menggunakan metode triangulasi, para ahli Polandia mengidentifikasi dua lokasi di pantai Baltik Kaliningrad tempat sinyal perang elektronik baru-baru ini berasal. Keduanya terletak di dekat unit-unit militer perang elektronik Rusia yang terkenal.
Pada bulan April dan Mei 2025, serangan dilacak ke lapangan antena di Okunevo, dekat kota Baltiysk. Area ini menampung sekelompok antena yang padat, beberapa kemungkinan merupakan bagian dari instalasi EW stasioner.
Selain sistem tetap, unit EW bergerak juga telah diamati di dekat Okunevo, terutama sistem Murmansk-BN tingkat strategis.
Murmansk-BN dirancang untuk mencegat dan menekan komunikasi gelombang pendek dengan jangkauan yang diklaim hingga 5.000 km.
Sistem ini dilengkapi dengan struktur antena lipat besar yang tingginya mencapai 32 m.
Di Oblast Kaliningrad, Murmansk-BN dioperasikan oleh Pusat EW Terpisah ke-841 dari Armada Baltik Rusia yang mulai beroperasi di sana pada tahun 2018.
Peneliti Polandia juga mengamati bahwa efektivitas EW Rusia tampaknya sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Misalnya, gangguan mencapai Gdańsk sebagian besar selama cuaca hangat, sementara pada bulan-bulan yang lebih dingin, sinyal hampir tidak terdeteksi.
Hal itu menjelaskan mengapa Gdańsk mengalami sedikit gangguan di musim dingin, tetapi gangguan kembali terjadi saat musim semi tiba.
Hingga saat ini, lima negara Eropa, yakni Estonia, Latvia, Lithuania, Swedia, dan Jerman, telah secara resmi menyatakan aktivitas EW Rusia sebagai bentuk perang hibrida yang bertujuan untuk merusak ketertiban sipil.
Meski demikian, tidak semua setuju dengan laporan tersebut. Beberapa berpendapat bahwa gangguan tersebut tidak disengaja atau merupakan efek samping dari tindakan defensif, dengan menunjuk pada pola yang berhubungan dengan cuaca.
Dikatakan pula bahwa Rusia menggunakan EW untuk melindungi fasilitas militer dari ancaman pesawat nirawak. Dengan demikian, mengganggu wilayah tetangga tidak memiliki tujuan defensif.
Yang jelas, sistem EW Rusia di Kaliningrad telah mewujud seperti hantu bagi Polandia dan negara-negara Baltik, seperti diberitakan Defense Express. (RNS)

