AIRSPACE REVIEW – Pada dini hari tanggal 6 Juni 2025, Rusia menyerang sebuah gedung di Kherson menggunakan tiga bom luncur FAB-500 UMPK. Gedung yang berada di wilayah Ukraina selatan ini hancur pada bagian tengahnya.
Selain menggunakan bom luncur, Rusia juga menggunakan drone kamikaze dalam penyerangan tersebut.
Rusia mensinyalir gedung administrasi kota Kherson tersebut sebagai pusat operasi atau markas militer Ukraina.
Secara terpisah, video yang beredar di media sosial juga menunjukkan drone kamikaze Rusia menyerang beberapa bangunan lainnya di Kherson sekitar pukul 1:00 dini hari waktu setempat.
Terletak di sepanjang Sungai Dnipro, Kherson merupakan pintu gerbang ke Ukraina selatan dan penghubung penting antara Krimea yang dikuasai Rusia dengan daratan Ukraina.
Kherson merupakan kota besar Ukraina pertama yang jatuh ke tangan pasukan Rusia pada Maret 2022.
Rusia menggunakan Kherson sebagai tempat persiapan untuk upaya maju ke Mykolaiv dan Odesa, tetapi serangan balik Ukraina menggagalkan rencana tersebut.
Pembebasan Kherson pada bulan November 2022 merupakan kemenangan besar bagi Ukraina, yang dirayakan sebagai titik balik dalam perang.
Namun sejak dibebaskan, Kherson sering mendapatkan serangan artileri dan drone kamikaze Rusia. (RBS)


Saatnya uji nyata kekuatan nuklir sebelum dikeroyok Nato. Lebih baik menghancurkan dari pada dihancurkan.